Penguatan Kemandirian Benih Padi Gogo di Long Apari

  • 13 Sep 2025 19:31 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Camat Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Petrus Ngo, melakukan kunjungan kerja ke Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur untuk membahas pengembangan padi gogo, khususnya varietas Padi Abung, yang menjadi komoditas utama di daerah tersebut. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin (8/9/2025) itu, dibicarakan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui kemandirian benih, yang dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk kebutuhan pangan masyarakat Long Apari.

Kemandirian benih padi gogo menjadi topik utama dalam diskusi, di mana dibutuhkan data sebaran padi gogo, luas areal tanam, serta jumlah penduduk yang menggantungkan hidup pada padi ladang atau padi gogo. Camat Long Apari juga mengusulkan agar alokasi anggaran desa sebesar 25 persen untuk ketahanan pangan dapat diarahkan untuk mendukung program pengembangan padi gogo. Dengan demikian, kebutuhan benih padi untuk musim tanam berikutnya dapat dipenuhi secara mandiri, tanpa ketergantungan pada benih impor.

BRMP Kaltim menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung penguatan kemandirian benih padi gogo di Long Apari. BRMP Kaltim berkomitmen memberikan pendampingan teknis, pelatihan sumber daya manusia, dan pemanfaatan pupuk organik sebagai solusi untuk perbaikan kesuburan tanah. Penggunaan pupuk organik dari sumber daya lokal juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas padi gogo sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian di Long Apari.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan kearifan lokal. Salah satu tantangan yang disampaikan oleh Camat Long Apari adalah rendahnya produksi padi ladang akibat keterlambatan tanam yang disebabkan oleh keterbatasan tenaga kerja. Untuk itu, Camat juga menekankan pentingnya mengakomodasi kearifan lokal dalam setiap upaya pengembangan pertanian, seperti penggunaan teknologi yang sesuai dengan kondisi lokal dan pembatasan pembakaran lahan.

Camat Petrus Ngo juga mengusulkan pentingnya mekanisasi pertanian yang bisa memudahkan petani dalam mengolah lahan secara efektif. “Karena keterbatasan tenaga kerja yang ada, penggunaan alat dan teknologi pertanian yang sesuai dengan kondisi alam kami dan sumber daya lokal yanga ada akan menjadi solusi yang efisien," ujarnya.

Diskusi antara Camat Long Apari dan BRMP Kaltim ini semakin menegaskan bahwa pengembangan pertanian berbasis kearifan lokal dan keberlanjutan harus menjadi prioritas dalam meningkatkan ketahanan pangan daerah. Sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, BRMP Kaltim, dan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan kemandirian benih padi gogo yang dapat menunjang keberhasilan pengembangan pertanian di Long Apari.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kelembagaan yang solid dan program pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan Long Apari dapat mencapai kemandirian pangan dan menciptakan masa depan pertanian yang lebih baik, mandiri, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....