Sistem Satu Syarikah Dinilai Tingkatkan Koordinasi Layanan Haji 2026
- 11 Jul 2026 15:50 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Perubahan sistem penyedia layanan atau syarikah pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dinilai membawa dampak positif terhadap pelayanan jemaah. Penyederhanaan jumlah syarikah membuat koordinasi pelayanan menjadi lebih efektif, mulai dari akomodasi, transportasi hingga konsumsi selama berada di Arab Saudi.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalimantan Timur, Taty Suryani, mengatakan pada musim haji tahun ini penyedia layanan yang sebelumnya terbagi dalam delapan syarikah disederhanakan menjadi dua syarikah. Perubahan tersebut dinilai mampu meningkatkan efektivitas pelayanan kepada jemaah.
"Dengan satu syarikah, komunikasi lebih efektif. Jemaah juga lebih mudah dipantau karena mendapatkan pelayanan dari penyedia yang sama," ujarnya kepada rri.co.id, Sabtu, 11 Juli 2026.
Menurut Taty, salah satu manfaat yang paling dirasakan adalah berkurangnya potensi jemaah terpisah dari rombongan selama menjalankan ibadah. Sistem baru memungkinkan pengawasan dilakukan lebih terarah karena pelayanan berada dalam satu manajemen yang sama.
Selain itu, penempatan jemaah dari satu provinsi juga dibuat berada dalam kawasan yang berdekatan. Meskipun menempati hotel yang berbeda, lokasi penginapan tetap berada dalam satu lingkungan sehingga memudahkan koordinasi petugas maupun pendamping.
"Ini menjadi salah satu hal yang membanggakan dari sisi pelayanan, karena jemaah bisa lebih terkoordinasi," katanya.
Syarikah merupakan perusahaan penyedia layanan haji di Arab Saudi yang bertanggung jawab terhadap berbagai kebutuhan jemaah, mulai dari penyediaan akomodasi, transportasi, konsumsi hingga layanan operasional lainnya selama pelaksanaan ibadah haji.
Taty menilai sistem pelayanan yang lebih sederhana menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Dengan koordinasi yang lebih baik, berbagai kebutuhan jemaah dapat ditangani lebih cepat sehingga pelayanan menjadi lebih optimal.
Embarkasi Haji Balikpapan sendiri telah menyelesaikan proses pemulangan sebanyak 5.826 jemaah haji asal Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara pada musim haji 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....