Jemaah Kloter 4 BPN Sempat Dirawat usai Lempar Jamrah di Mina

  • 30 Mei 2026 19:32 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Rangkaian puncak ibadah haji yang dijalani jemaah Kloter 4 Embarkasi Balikpapan (BPN), mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga lempar jamrah di Mina, berlangsung lancar. Meski demikian, beberapa jemaah sempat mengalami gangguan kesehatan akibat kelelahan dan cuaca ekstrem selama pelaksanaan ibadah.

Petugas dokter Kloter 4 BPN, Budiasih Dyah Rahmadaniati, mengatakan selain satu jemaah lansia yang sebelumnya dirawat akibat dehidrasi, terdapat satu jemaah lain yang sempat tumbang usai menjalani prosesi lempar jamrah.

"Kemarin ada yang kelelahan juga setelah lempar jamrah. Sempat juga dirujuk ke rumah sakit. Satu orang usia 59 tahun," kata Budiasih, kepada rri.co.id, Minggu, 30 Mei 2026.

Ia menuturkan, perjalanan yang cukup jauh, ditambah kepadatan jemaah dan suhu udara yang tinggi, membuat kondisi fisik rentan menurun hingga akhirnya di tengah perjalanan, jemaah tersebut mendadak lemas dan sempat muntah hingga empat kali sebelum mendapatkan pertolongan.

"Indikasinya kelelahan dan kurang cairan. Saat itu kondisi memang sangat padat sehingga cukup menguras tenaga jemaah," ujarnya.

Penanganan awal sempat dilakukan oleh tim medis dibantu tenaga kesehatan Arab Saudi yang berada di lokasi. Setelah itu, jemaah tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Spesialis dan Pusat Penelitian King Faisal untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Alhamdulillah kondisinya sudah membaik, sudah stabil dan akhirnya dirawat jalan. Malam itu juga sudah dipulangkan dari rumah sakit," ucapnya.

Petugas dokter Kloter 4 BPN, Budiasih Dyah Rahmadaniati. (Foto: RRI Samarinda/Aina Wardah)

Budiasih menjelaskan, sistem pelayanan kesehatan selama puncak haji berjalan secara terintegrasi. Petugas kesehatan dari berbagai kloter saling membantu apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.

Meski fase terberat ibadah haji telah dilalui, pengawasan kesehatan terhadap jemaah tetap dilakukan secara ketat. Tim kesehatan masih melakukan visitasi rutin, terutama kepada jemaah lansia dan kelompok risiko tinggi yang membutuhkan pemantauan lebih intensif.

Saat ini, dari total jemaah Kloter 4 BPN, terdapat 246 orang yang masuk kategori risiko tinggi dengan tingkat risiko ringan, sedang, hingga berat. Kategori tersebut mencakup jemaah lanjut usia maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti jantung, hipertensi, dan diabetes.

Petugas kesehatan juga terus memantau kepatuhan konsumsi obat, pola makan, serta kondisi kesehatan harian para jemaah. Selain kunjungan langsung ke kamar-kamar jemaah, edukasi kesehatan juga rutin disampaikan melalui grup WhatsApp maupun saat bertemu langsung.

"Kami tetap pantau terus, khususnya jemaah lansia dan risiko tinggi. Kalau ada keluhan, kami harapkan bisa segera ditangani sebelum berkembang menjadi lebih berat," kata Budiasih.

Hingga saat ini, lanjutnya, keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan masih didominasi batuk, pilek, dan kelelahan akibat aktivitas fisik yang padat selama rangkaian puncak haji. Faktor cuaca juga menjadi tantangan tersendiri karena suhu di Arab Saudi saat ini berkisar antara 40 hingga 43 derajat Celsius.

Karena itu, pihaknya terus mengimbau jemaah agar memperbanyak konsumsi air putih, membawa oralit, menggunakan masker, payung, serta alat pelindung diri lainnya saat beraktivitas di luar hotel maupun saat akan mengikuti perjalanan ibadah.

Menjelang kepulangan ke Tanah Air, Budiasih juga meminta jemaah tetap memperhatikan kondisi tubuh masing-masing. Apabila mengalami keluhan kesehatan setelah tiba di Indonesia, jemaah diimbau segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Ia pun berharap, seluruh jemaah Kloter 4 BPN dapat menjaga kesehatan hingga akhir rangkaian ibadah dan kembali ke Indonesia dalam kondisi baik.

"Mudah-mudahan jemaah tetap sehat, tetap kompak, saling peduli satu sama lain. Kalau ada keluhan kesehatan bisa cepat dilaporkan sehingga segera ditangani," ujarnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....