Jemaah Haji Kloter BPN 4 Tiba di Samarinda, Sempat Tertunda Pesawat 1,5 Jam
- 12 Jun 2026 21:29 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Sebanyak 360 jemaah dan petugas yang tergabung dalam Kloter 4 Embarkasi Balikpapan (BPN) tiba di Samarinda, Jumat, 12 Juni pukul 17.20 Wita, setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Meski sempat mengalami keterlambatan penerbangan, seluruh jemaah dipastikan pulang dalam kondisi lengkap.
Ketua Kloter 4 BPN, Mulyati, mengatakan proses pemulangan berjalan lancar meski pesawat yang menjemput jemaah ke Jeddah mengalami kendala teknis sebelum keberangkatan dari Balikpapan. Akibatnya, jadwal penerbangan mundur sekitar satu setengah jam.
"Alhamdulillah hari ini kita pulang lengkap 360 orang. Kondisinya sehat walaupun ada satu jemaah yang menggunakan ambulans saat tiba. Kendalanya hanya keterlambatan sekitar satu setengah jam karena pesawat yang berangkat menjemput ke Jeddah mengalami kendala saat penerbangan dari Balikpapan," ujar Mulyati, usai turun dari bus.
Ia menjelaskan, perjalanan pulang ditempuh melalui rute Jeddah-Medan-Balikpapan. Dari Jeddah menuju Medan memakan waktu sekitar 10 jam penerbangan, dilanjutkan transit pengisian bahan bakar selama satu jam sebelum terbang kembali menuju Balikpapan selama kurang lebih tiga jam.
Setelah tiba di Balikpapan, rombongan melanjutkan perjalanan darat menuju Samarinda. Menurut Mulyati, tidak ada gangguan kesehatan serius yang terjadi kepada Jemaah selama perjalanan pulang.
Meski demikian, sebagian jemaah memang telah mengalami penurunan kondisi kesehatan sejak masih berada di Makkah. Salah satunya adalah seorang jemaah yang sempat membutuhkan oksigen selama penerbangan dan mendapat ruang khusus untuk beristirahat di dalam pesawat.
Menurut Mulyati, tantangan terbesar justru dirasakan saat puncak ibadah haji di Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain kondisi cuaca yang panas, lokasi tenda yang cukup jauh dan berada di area menanjak turut menguras tenaga jemaah.
"Kendala agak banyak itu pada saat Armuzna. Posisi tenda kami lumayan jauh dan menanjak sehingga cukup mempengaruhi kesehatan jemaah, apalagi banyak yang lansia. Lebih dari 200 orang. Jadi 50% yang beresiko tinggi," kata dia.
Menjelang kepulangan, lanjut Mulyati, keluhan yang paling banyak dirasakan jemaah adalah batuk dan pilek akibat kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah yang cukup panjang.
Untungnya, kondisi tersebut dapat segera tertangani berkat kepatuhan jemaah menjalani pengobatan dan pendampingan dari tim kesehatan kloter.
"Mereka rutin minum obat, alhamdulillah bisa tertanggulangi," ucap Mulyati, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....