Jemaah Kloter 4 BPN Siap Wukuf di Arafah, 200 Lebih Lansia Jadi Perhatian
- 26 Mei 2026 16:16 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Makkah - Jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 4 Embarkasi Balikpapan (BPN) bersiap menjalani puncak ibadah haji di Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026 atau bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Sebanyak 358 jemaah kloter tersebut telah tiba lebih dulu di Arafah sejak Senin, 25 Mei 2026 dan kini dalam kondisi siap mengikuti wukuf.
Ketua Kloter 4 BPN, Mulyati, mengatakan proses pemberangkatan dari Makkah menuju Arafah berjalan lancar meski sempat terkendala antrean bus karena bersamaan dengan jadwal pendorongan jemaah dari hotel lain.
“Alhamdulillah untuk BPN 4 berjalan lancar. Pemberangkatan kemarin dimulai dari jam 09.00 pagi. Rombongan terakhir itu tiba pukul 11.00. Enggak ada yang mogok bisnya, tapi agak terlambat, karena satu hotel dua maktab (kelompok layanan jemaah haji yang mengatur transportasi, penginapan, dan layanan selama puncak haji). Jadi bisnya bergantian,” kata Mulyati, kepada rri.co.id.
Setibanya di Arafah, para jemaah langsung beristirahat untuk mengumpulkan energi sebelum menjalani rangkaian puncak ibadah haji. Mulyati memastikan, seluruh jemaah mendapatkan tempat istirahat yang layak dan tidak ada yang terlantar di luar tenda.
“Kami terbagi di dua tenda dan semuanya dapat kasur masing-masing. Jadi kami satu tenda ini untuk 315 jemaah khusus BPN 4. Nah, sisanya itu di tenda 12,” ujarnya.
Adapun jumlah kloter 4 BPN adalah sebanyak 358 orang, terdiri dari 352 jemaah dan enam petugas. Dari total tersebut, Mulyati mengatakan, 50 persen atau lebih dari 200 jemaah merupakan lanjut usia (lansia), bahkan di antaranya harus menggunakan kursi roda.
Karena itu, sebanyak 107 jemaah nantinya akan mengikuti skema murur untuk mengurangi kepadatan di Muzdalifah. Skema tersebut memungkinkan jemaah lansia langsung diberangkatkan menuju Mina menggunakan bus tanpa harus turun dan bermalam di Muzdalifah.
“Murur ini untuk membantu lansia dan jemaah yang kondisi fisiknya tidak memungkinkan berjalan jauh dan membutuhkan kursi roda. Jadi, nanti dari Arafah langsung dibawa ke Mina,” kata Mulyati, menjelaskan.

Mengenai kondisi cuaca di Arab Saudi, Mulyati menilai tidak seekstrem tahun-tahun sebelumnya. Meski pada siang kemarin suhu sempat menyentuh angka 45 derajat Celsius, tetapi pada pagi ini turun menjadi 30 derajat Celsius.
Namun sebagai antisipasi, pihaknya tetap menyiapkan berbagai kebutuhan untuk mencegah gangguan kesehatan selama puncak haji berlangsung, mulai dari oralit hingga obat-obatan.
Mulyati juga menuturkan, terdapat satu jemaah laki-laki berusia sekitar 70 tahun yang kini dirujuk ke rumah sakit akibat dehidrasi. Namun, kondisinya disebut sudah stabil.
“Jadi, tadi malam ada satu orang yang dibawa ke rumah sakit, kami rujuk. Alhamdulillah kondisi sudah stabil,” ucapnya.
Ia pun berharap seluruh jemaah, khususnya asal Samarinda dan Kalimantan Timur, dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dalam kondisi sehat hingga kembali ke Tanah Air.
“Kami mohon doa dari masyarakat Indonesia, khususnya Samarinda, semoga jemaah bisa mengikuti prosesi haji dengan baik dan sehat,” kata Mulyati, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....