BNN Samarinda Ungkap Modus Patungan Sabu Kalangan Remaja
- 27 Mei 2026 10:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda mengungkap modus pembelian sabu secara patungan masih marak terjadi di kalangan remaja. Modus itu dilakukan untuk menekan biaya pembelian narkotika sehingga lebih mudah dijangkau anak muda.
Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Samarinda, Lisda Mariana, dalam obrolan SPADA mengatakan remaja biasanya membeli sabu dalam paket hemat untuk digunakan bersama-sama.
“Sekarang sudah ada paket hemat yang kayak Rp150.000 mungkin buat satu kali pakai,” ujarnya, dikutip Rabu 27 Mei 2026.
Menurutnya, harga tersebut masih dianggap mahal bagi sebagian remaja sehingga pembelian dilakukan dengan cara urunan bersama teman.
“Kalau untuk remaja biasanya mereka cukup sokongan misalnya Rp50.000-an, makainya bertiga dapat tuh satu paket, ya sudah makai bertiga rame-rame,” katanya.
BNN juga menemukan adanya praktik pengoplosan sabu untuk menekan harga jual di pasaran. Barang bukti yang diamankan dalam penindakan kerap diuji lebih dulu untuk mengetahui kadar kandungan narkotika di dalamnya.
“Banyak juga ternyata sabu itu dioplos dicampur sama tawas,” ujarnya.
Ia menyebut kualitas sabu yang beredar saat ini dinilai berbeda dibanding sebelumnya akibat campuran bahan lain demi memperbanyak jumlah barang.
Selain faktor harga, peredaran narkoba dinilai semakin mudah dijangkau masyarakat. Lisda menyebut transaksi narkoba dapat berlangsung secara cepat dan tersembunyi di sejumlah kawasan yang sudah dikenal sebagai lokasi rawan peredaran narkotika.
“Artinya gampang untuk cari narkoba di tempat itu. Diam-diam cukup ke sana dapat,” ucapnya.
BNN Kota Samarinda mengingatkan remaja agar tidak mudah terpengaruh lingkungan pergaulan. Penyalahgunaan narkoba disebut umumnya berawal dari ajakan teman hingga rasa penasaran untuk mencoba.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....