Dua DPO Kasus Bom Molotov Masih Diburu, Polisi Maksimalkan Pencarian

  • 28 Feb 2026 13:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda masih memburu dua buronan kasus dugaan perakitan bom molotov yang terjadi pada 1 September 2025. Pasalnya, hingga kini, keduanya belum berhasil diamankan.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar memastikan tim di lapangan terus bergerak menelusuri keberadaan dua tokoh yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) tersebut. Ia menegaskan, proses pencarian dilakukan secara intensif dengan memaksimalkan setiap informasi yang masuk.

“Tim lapangan kami masih terus bergerak, melakukan upaya maksimal untuk mencari keberadaan dua orang ini,” ujarnya, Rabu, 25 Februari 2026.

Adapun dua nama yang saat ini dalam pengejaran, yakni Andis dan Edy Susanto alias Kepet. Keduanya diduga terlibat dalam persiapan penggunaan bom molotov dalam peristiwa yang sempat menimbulkan keresahan di masyarakat.

Hendri menuturkan, polisi telah melakukan berbagai cara untuk mencari mereka. Pencarian dilakukan melalui metode konvensional maupun dengan dukungan teknologi. Aparat juga melakukan penyelidikan langsung di lapangan sekaligus menelusuri kemungkinan jejak digital yang bisa mengarah pada posisi keduanya.

“Upaya selidik manual dan juga berbasis IT terus kami lakukan untuk mengetahui posisi mereka,” ucap Kapolresta.

Tak hanya itu, lanjut Hendri, polisi juga menindaklanjuti informasi yang menyebut salah satu buronan diduga terlihat di Samarinda dan Jakarta. Namun, informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman.

“Nanti akan kami cek lebih lanjut melalui Kasat Reskrim untuk memastikan informasi tersebut,” kata dia.

Ia memastikan penyisiran di sejumlah titik yang diduga berkaitan dengan keberadaan dua DPO bom molotov terus dilakukan. Kepolisian juga meminta peran aktif masyarakat apabila mengetahui informasi terkait para buronan.

“Informasi sekecil apa pun sangat berarti untuk membantu proses penangkapan dan penuntasan perkara ini,” ujar Hendri, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....