Polresta Balikpapan: Mayoritas Tersangka Narkoba Balikpapan Berasal dari Gen Z

  • 25 Feb 2026 21:52 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan – Polresta Balikpapan merilis capaian Operasi Pekat Mahakam 2026 yang berlangsung sepanjang Januari hingga Februari 2026. Dalam operasi tersebut, kepolisian mengungkap 44 laporan polisi dengan total 44 tersangka, terdiri atas 38 pria dan 6 wanita.

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold H.Y. Kumontoy, mengungkapkan mayoritas tersangka berasal dari kelompok generasi Z (usia 18–29 tahun). Dari total pelaku yang diamankan, sebanyak 30 orang masuk dalam rentang usia tersebut.

“Hal ini menunjukkan generasi muda cukup rentan terhadap peredaran narkotika. Para pelaku umumnya menggunakan sistem jejak atau mapping serta pertemuan langsung dalam menjalankan aksinya di wilayah Balikpapan,” ujar Kombes Pol Jerrold dalam konferensi pers, Rabu, 25 Februari 2026.

Dalam operasi tersebut, polisi juga menyoroti tiga kasus besar. Tersangka MKK ditangkap di Jalan MT Haryono dengan barang bukti 20 paket sabu seberat 712 gram. MKK diketahui merupakan residivis yang baru bebas pada 2025 dan mengaku dikendalikan seseorang berinisial S.

Selanjutnya, tersangka AM diamankan di kawasan Batu Ampar dengan kepemilikan empat paket sabu seberat 223 gram. Sementara itu, tersangka KS (wanita) ditangkap di Balikpapan Barat dengan barang bukti 42 paket sabu seberat 41,64 gram serta 1.290 butir ekstasi.

Secara akumulatif, nilai ekonomi barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp2,67 miliar. Rinciannya meliputi sabu seberat 1,079 kilogram senilai Rp1,61 miliar, 1.319 butir ekstasi senilai Rp1,05 miliar, serta tembakau sintetis seberat 8,1 gram senilai Rp4,5 juta.

Kepolisian mengklaim pengungkapan ini berpotensi menyelamatkan sekitar 16.111 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Data juga menunjukkan populasi generasi Z di Balikpapan mencapai 203.219 jiwa.

Polresta Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika tanpa pandang bulu di Kota Beriman, sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap pola peredaran baru yang memanfaatkan teknologi pemetaan (mapping).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....