Tren Walking Community Anak Muda Meningkat di Samarinda

  • 23 Jun 2026 12:04 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Sejumlah komunitas berbasis jalan kaki mulai berkembang di berbagai daerah, termasuk Samarinda. Fenomena ini muncul di kalangan anak muda yang mengusung aktivitas berjalan kaki sebagai bagian dari gaya hidup sehat, interaksi sosial, sekaligus kampanye lingkungan.

Kontributor Susur Gang Samarinda, Wahyu Musyifa, menyebut perkembangan komunitas jalan kaki saat ini menunjukkan tren yang semakin meluas. Menurutnya, berbagai kelompok mulai membentuk kegiatan serupa dengan konsep yang beragam, mulai dari wisata gang, walking tour, hingga aktivitas kreatif berbasis jalan kaki.

"Saya senang sekali karena tahun ini sudah mulai banyak teman-teman pergerakan yang berjalan. Contohnya ada SDS, kemudian teman-teman Walking Tour Samarinda, lalu banyak komunitas lain yang kegiatannya berbasis jalan kaki. Ada yang jalan-jalan sambil menggambar, ada juga yang jalan-jalan sambil belajar bahasa Inggris. Sekarang mulai banyak gerakan seperti itu," ujar Wahyu saat mengisi obrolan SPADA Pro 2 Samarinda, Minggu 21 Juni 2026.

Ia menilai, kemunculan berbagai komunitas tersebut menunjukkan adanya perubahan pola pikir masyarakat terhadap aktivitas berjalan kaki. Jalan kaki tidak lagi dipandang sekadar aktivitas sederhana, tetapi menjadi bagian dari kampanye kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.

Wahyu menyebut gerakan tersebut juga sejalan dengan kampanye Koalisi Pejalan Kaki yang mendorong masyarakat untuk kembali membiasakan berjalan kaki, serta mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan berbahan bakar fosil dalam aktivitas harian.

"Rasanya kampanye yang kami lakukan sudah mulai berjalan. Bukan karena saya atau Susur Gang semata, melainkan gerakan bersama yang juga sejalan dengan kampanye Koalisi Pejalan Kaki di Jakarta. Kami mengajak masyarakat kembali berjalan kaki dan mulai bertransisi dari penggunaan energi fosil menuju kebiasaan yang lebih sehat." katanya.

Menurutnya, kebiasaan menggunakan kendaraan bermotor untuk jarak dekat masih sangat tinggi di masyarakat. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan komunitas seperti Susur Gang Samarinda terus mengajak warga untuk memulai perubahan dari aktivitas sederhana seperti berjalan kaki ke lokasi yang dekat.

Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih menggunakan motor untuk aktivitas harian jarak pendek, termasuk menuju tempat ibadah atau warung terdekat. Menurutnya, perubahan kebiasaan tersebut membutuhkan kampanye berkelanjutan agar masyarakat lebih terbiasa berjalan kaki.

"Masa salat Jumat saja harus naik motor, padahal sunahnya berjalan kaki. Bahkan ke warung yang letaknya di depan rumah pun masih menggunakan motor. Kebiasaan seperti itu yang perlahan ingin kami ubah." katanya.

Fenomena berkembangnya walking community di kalangan anak muda dinilai menjadi salah satu bentuk transisi menuju gaya hidup yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Aktivitas ini tidak hanya memperkuat interaksi sosial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan energi fosil dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....