Bukan Cuma Dangdut! Hipdut Kini Jadi Musik Favorit Gen Z
- 12 Agt 2026 08:03 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Musik Hipdut atau hip-hop dangdut tengah menjadi salah satu fenomena menarik dalam perkembangan musik Indonesia. Genre ini mempertemukan karakter dangdut dengan elemen hip-hop, trap, elektronik, dan rap, menghasilkan suara yang terasa modern tetapi tetap membawa identitas musik lokal. Fenomena tersebut semakin mencuri perhatian setelah lagu “Garam & Madu (Sakit Dadaku)” dari Tenxi, Naykilla, dan Jemsii viral di media sosial. Kajian dalam Jurnal Kultur pada 2025 menyebut perpaduan hip-hop dan dangdut dalam lagu tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi musik yang mendapat respons kuat dari generasi muda, khususnya Gen Z.
Meski istilah Hipdut baru semakin dikenal luas belakangan ini, perpaduan hip-hop dan dangdut sebenarnya bukan fenomena yang sepenuhnya baru. Michael Haryo Bagus Raditya dari University of Melbourne menjelaskan bahwa eksperimen menggabungkan rap dan dangdut telah berkembang sejak lebih dari satu dekade lalu. Salah satu nama yang penting dalam perkembangan tersebut adalah NDX AKA, grup asal Yogyakarta yang memadukan hip-hop dengan dangdut dan banyak menggunakan lirik berbahasa Jawa. Perkembangan tersebut kemudian menjadi fondasi bagi munculnya bentuk Hipdut yang lebih modern dan populer di kalangan pendengar muda.
Momentum besar Hipdut datang melalui “Garam & Madu (Sakit Dadaku)”, yang dirilis pada 20 Desember 2024 oleh Tenxi, Jemsii, dan Naykilla. Lagu tersebut menggabungkan beat hip-hop dan trap dengan unsur dangdut serta sentuhan elektronik. Lagu ini juga menggunakan tiga bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, dan Jawa, sehingga memberikan karakter yang berbeda dibandingkan dangdut konvensional. Setelah viral di TikTok dan YouTube, “Garam & Madu” berhasil menempati posisi puncak sejumlah tangga musik Indonesia dan Malaysia.
Menariknya, kekuatan lagu tersebut bukan hanya terletak pada perpaduan genrenya, tetapi juga pada cara musiknya dikemas. Penelitian dalam Jurnal Kultur menjelaskan bahwa “Garam & Madu” menggunakan melodi yang relatif sederhana dan pola ritme yang mudah diikuti, sementara unsur rap dan beat elektronik memberikan sentuhan modern. Penggunaan drum elektronik, hi-hat, snare, serta kendang yang lebih ringan membuat lagu tersebut terdengar berbeda dari dangdut klasik. Kombinasi ini dinilai sesuai dengan karakter pendengar muda yang sudah terbiasa dengan musik digital.
Setelah “Garam & Madu”, semakin banyak lagu yang ikut memperkuat popularitas Hipdut. Salah satunya adalah “Aku Dah Lupa” yang dibawakan Zia dan Mikky. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap Hipdut mulai meluas dari satu lagu viral menjadi sebuah tren musik. Sejumlah media juga melihat kemunculan Tenxi, Naykilla, dan Jemsii sebagai salah satu momentum penting yang membuat perpaduan hip-hop dan dangdut semakin dikenal secara luas oleh pendengar muda Indonesia.
Lantas, mengapa Hipdut begitu mudah viral di TikTok? Salah satu faktor terbesarnya adalah karakter musik yang mudah dikenali dan digunakan kembali sebagai bagian dari konten. Penelitian dalam Jurnal Kultur menyebut media sosial, khususnya TikTok, ikut membuka ruang bagi perkembangan Hipdut secara cepat. Potongan lagu yang catchy dapat digunakan untuk berbagai bentuk konten, sehingga pengguna tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga ikut menyebarkan dan memperkenalkan lagu tersebut kepada pengguna lain. Pola seperti inilah yang membuat sebuah lagu dapat berkembang jauh lebih cepat dibandingkan promosi musik secara konvensional.
Fenomena Hipdut pada akhirnya menunjukkan bahwa dangdut tidak harus kehilangan identitas ketika bertemu musik modern. Justru, perpaduan dengan hip-hop, trap, elektronik, dan budaya media sosial membuat dangdut menemukan bentuk baru yang lebih dekat dengan generasi muda. Popularitas “Garam & Madu” menjadi contoh bagaimana musik lokal dapat beradaptasi dengan selera digital tanpa sepenuhnya meninggalkan akar budayanya. Jika eksperimen seperti ini terus berkembang, Hipdut bukan hanya bisa menjadi tren sesaat, tetapi juga dapat menjadi salah satu bentuk evolusi musik Indonesia di era Gen Z. (Mayang)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....