Dee Lestari Rilis Album Penuh Kisah Cinta
- 10 Jun 2026 13:12 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Setelah merilis tiga single pembuka, yakni “(Jangan) Jatuh Cinta”, “Perahu Kertas”, dan “Kabarku”, Dee Lestari akhirnya meluncurkan album ketiganya yang bertajuk “(Jangan) Jatuh Cinta”. Album ini berisi delapan lagu yang dirangkai menjadi sebuah perjalanan emosional tentang berbagai fase cinta yang dialami manusia.
Sebagai sebuah karya utuh, album ini menghadirkan sejumlah kolaborasi spesial. Salah satunya adalah lagu “Cuma Satu Nama”, yang ditulis bersama almarhum suaminya, Reza Gunawan, dan dibawakan dalam format duet bersama Afgan. Selain itu, terdapat pula “Hujan Bulan Juni”, kolaborasi yang sempat tertunda antara Dee Lestari dan almarhum Sapardi Djoko Damono yang kini akhirnya hadir dalam versi rekaman resmi.
Album dibuka dengan lagu “(Jangan) Jatuh Cinta” yang diaransemen oleh Rendy Pandugo sebagai pengantar perjalanan hati yang penuh dinamika. Kisah kemudian berlanjut melalui “Patah Hati”, yang menggambarkan pengalaman pertama menghadapi luka akibat cinta yang tak dapat dihindari.
Pada lagu “Kabarku”, pendengar diajak memasuki fase terendah dalam perjalanan emosi. Dengan aransemen soulful dari Fellow Amateurs, lagu ini menjadi salah satu nomor yang mencuri perhatian berkat liriknya yang jujur dan dekat dengan pengalaman banyak orang. Harapan kemudian kembali muncul melalui “Hujan Bulan Juni”, yang memadukan puisi legendaris Sapardi dengan sentuhan musikal Gardika Gigih.
Nuansa yang lebih cerah hadir lewat “Jadi Udara”, lagu yang menggambarkan hadirnya sosok yang mampu menghapus keraguan dan ketidakpastian. Sementara “Perahu Kertas”, yang telah lama dikenal sebagai salah satu karya ikonik Dee, kembali dihidupkan melalui aransemen baru dari Petra Sihombing.
Puncak perjalanan cinta dalam album ini dituangkan melalui “Cuma Satu Nama”, sebuah perayaan atas keberanian dua hati untuk melangkah bersama. Lagu tersebut menjadi semakin istimewa karena melibatkan Afgan sebagai rekan duet. Album kemudian ditutup oleh “Bintang Utara”, lagu yang berbicara tentang cinta tanpa syarat antara orang tua dan anak, sekaligus makna melepaskan dengan penuh keikhlasan.
“Album (Jangan) Jatuh Cinta menggambarkan perjalanan hati yang utuh, mulai dari jatuh cinta, patah hati, menemukan harapan, hingga memahami makna cinta yang sesungguhnya,” ungkap Dee Lestari melalui konsep yang diusung dalam album ini. Delapan belas tahun setelah album Rectoverso, Dee kembali menunjukkan kekuatannya sebagai penulis, pencipta lagu, dan penyanyi yang mampu menghadirkan karya dengan storytelling kuat dan relevan lintas generasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....