Transformasi Lagu Tema Piala Dunia FIFA: Dari Italia 1990 hingga Edisi 2026

  • 16 Jun 2026 19:58 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Industri musik global dan panggung sepak bola internasional selalu berjalan beriringan dalam membangkitkan semangat sportivitas di seluruh dunia. Seiring bergulirnya turnamen sepak bola terbesar di dunia, musik senantiasa menjadi bagian penting dari kemeriahan Piala Dunia FIFA.

Merilis dari billboard, transformasi lagu tema resmi (official soundtrack) Piala Dunia FIFA telah menemani para pencinta sepak bola sejak 1990 hingga edisi 2026. Dari Italia 1990 hingga 2026, lagu-lagu resmi turnamen terus berkembang mengikuti zaman sekaligus menyatukan jutaan penggemar di berbagai belahan dunia.

Catatan sejarah menunjukkan adanya pergeseran tren musik yang cukup signifikan dalam dinamika kompetisi empat tahunan tersebut. Pada akhir abad ke-20, lagu tema Piala Dunia masih didominasi alunan orkestra klasik, pop-rock, dan balada lokal. Namun, FIFA kini secara konsisten mengadopsi konsep album kompilasi multigenre sebagai bentuk perayaan keberagaman budaya di era globalisasi.

Perjalanan ini dapat ditelusuri dari Piala Dunia 1990 di Italia saat lagu Un'estate Italiana yang dibawakan Edoardo Bennato dan Gianna Nannini sukses menggema di berbagai negara. Lagu karya produser legendaris Giorgio Moroder itu hingga kini masih dianggap banyak kritikus musik sebagai salah satu lagu tema Piala Dunia paling emosional dan berkesan sepanjang sejarah.

Nuansa berbeda hadir pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat melalui lagu Gloryland yang dibawakan Daryl Hall. Lagu tersebut kental dengan sentuhan gospel dan soul khas Amerika. Empat tahun kemudian, Piala Dunia 1998 di Prancis menjadi titik balik penting dengan hadirnya ledakan musik pop Latin.

Melalui lagu ikonik La Copa de la Vida, Ricky Martin berhasil membawa musik berbahasa Spanyol mendominasi panggung internasional. Lagu tersebut merevolusi konsep lagu tema sepak bola menjadi lebih energik, sekaligus menjadi salah satu soundtrack Piala Dunia paling sukses dan meraih penghargaan Grammy.

Memasuki milenium baru, Piala Dunia 2002 yang digelar di Korea Selatan dan Jepang menandai upaya FIFA merangkul pasar Asia. FIFA menggandeng penyanyi Amerika Serikat, Anastacia, melalui lagu pop-rock berjudul Boom. Lagu ini membangun antusiasme besar melalui lirik dan irama yang penuh semangat, sekaligus merayakan kerja keras serta persatuan para penggemar sepak bola dunia.

Konsep tersebut terus berkembang pada Piala Dunia 2006 di Jerman. Saat itu, FIFA memilih pendekatan yang lebih megah dan elegan melalui kolaborasi kuartet opera Il Divo dengan diva R&B Toni Braxton dalam lagu The Time of Our Lives.

Fenomena budaya terbesar dalam sejarah modern Piala Dunia kemudian hadir pada edisi 2010 di Afrika Selatan melalui lagu Waka Waka (This Time for Africa) yang dinyanyikan Shakira. Perpaduan ritme afro-pop dan koreografi khas penyanyi asal Kolombia tersebut sukses mencetak rekor digital dengan miliaran penayangan di berbagai platform. Lagu itu bahkan menjadi acuan bagi soundtrack Piala Dunia pada edisi-edisi berikutnya.

Kesuksesan tersebut berlanjut pada Piala Dunia 2014 di Brasil melalui lagu We Are One (Ole Ola) yang mengusung nuansa samba dan semangat khas Amerika Latin.

Pada Piala Dunia 2018 di Rusia melalui lagu Live It Up serta Piala Dunia 2022 di Qatar lewat Hayya Hayya (Better Together), strategi kurasi musik FIFA semakin menunjukkan kematangan. FIFA tidak lagi bergantung pada satu musisi besar, melainkan menghadirkan kolaborasi lintas negara dan genre musik, mulai dari reggae, R&B, hingga pop elektronik.

Puncak transformasi tersebut terlihat pada Piala Dunia FIFA 2026. FIFA menghadirkan proyek musik berskala besar berupa album kompilasi yang berisi 18 lagu. Album ini dipimpin oleh lagu utama Dai Dai, hasil kolaborasi Shakira dan bintang Afrobeats Burna Boy.

Kehadiran album tersebut menegaskan bahwa Piala Dunia tidak lagi sekadar ajang olahraga. Lebih dari itu, turnamen ini telah berkembang menjadi panggung perayaan seni dan budaya global yang mempererat solidaritas masyarakat dunia melalui musik dan sepak bola.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....