Komunitas Support Kanker, Rumah Harapan Penyintas

  • 08 Jan 2026 07:34 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Perjuangan melawan kanker bukan hanya soal pengobatan medis, tetapi juga tentang kekuatan mental, dukungan sosial, dan kepedulian sesama. Hal inilah yang tergambar dalam siaran Pro1 Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda yang menghadirkan kisah inspiratif dari Komunitas Support Kanker. Komunitas ini menjadi ruang aman dan penuh harapan bagi para pejuang dan penyintas kanker di Kalimantan Timur.

Dalam siaran tersebut, hadir pendiri Komunitas Support Kanker, Rumah Singgah Kanker Kota Samarinda, dan Rumah Singgah Kanker Anak Kota Balikpapan, Astripink. Ia dikenal sebagai caregiver sekaligus relawan yang telah mendampingi banyak pasien kanker dari berbagai daerah.

Astri menceritakan awal mula keterlibatannya dalam dunia kerelawanan kanker. Ia mengaku terenyuh melihat banyak pasien dari luar kota yang terpaksa tidur di masjid dan pinggir apotek karena keterbatasan biaya dan fasilitas. “Awalnya pada tahun 2015–2016, kami hanya berbagi nasi bungkus kepada pasien yang tinggal di sekitar rumah sakit,” ucap Astri, seperti dikutip dari laman youtube RRI Samarinda, Kamis (8/1/2026).

Salah satu momen yang paling membekas adalah pertemuannya dengan seorang ibu asal Banjarmasin. “Waktu itu ibu tersebut hanya memiliki uang Rp22.000 di dompetnya dan datang sendirian untuk berobat,” ujar Astri. Dari kepedulian sederhana itulah, ia mengajak sang ibu tinggal di rumahnya. Kejadian tersebut menjadi titik awal lahirnya Rumah Singgah Kanker yang kini membantu banyak pasien.

Komunitas Support Kanker resmi terbentuk pada tahun 2017, beriringan dengan berdirinya rumah singgah. Astri bersama rekan-rekan dan para penyintas kanker sepakat membangun wadah edukasi dan pendampingan. “Kami ingin pasien dan keluarga tidak hanya mendapatkan tempat tinggal, tetapi juga pemahaman tentang pengobatan dan semangat untuk sembuh,” kata Astri menegaskan visi komunitasnya.

Sementara itu, seorang penyintas kanker payudara yang juga merupakan penghuni Rumah Singgah Kanker Kota Samarinda, Yuli Kusrini, turut berbagi kisahnya kepada RRI. Ia mengingat jelas saat pertama kali menyadari adanya perubahan pada tubuhnya. “Awalnya saya masih berpikir positif, mungkin hanya karena faktor biasa,” ucap Yuli. Namun, pemeriksaan medis akhirnya mengantarkannya pada diagnosis kanker payudara.

Perjalanan pengobatan Yuli tidaklah mudah, terlebih saat harus menjalani operasi dan kemoterapi di tengah keterbatasan ekonomi dan situasi pandemi. Dukungan keluarga serta keberadaan Rumah Singgah Kanker menjadi penopang utama yang membuatnya bertahan dan bangkit.

Yuli mengaku menemukan kekuatan baru setelah tinggal di rumah singgah. Ia pun bersyukur bisa bertemu dengan sosok Astri dan para relawan yang memberinya semangat selama menjalani pengobatan. “Di sini saya tidak merasa sendirian, kami saling menguatkan,” kata Yuli dengan penuh haru.

Kanker bukan akhir dari segalanya. Dengan dukungan komunitas, kepedulian sosial, dan keteguhan hati, para pejuang kanker mampu menjalani proses penyembuhan dengan lebih bermakna. Komunitas Support Kanker di Samarinda hadir sebagai rumah, tempat berbagi harapan, dan simbol cinta bagi mereka yang tengah berjuang melawan kanker.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....