Mahasiswi Indonesia Berbagi Pengalaman Studi di Yordania
- 30 Mar 2026 04:43 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Seorang mahasiswi asal Indonesia, Hilya Napisah Taupik, membagikan kisahnya menjalani kehidupan sebagai pelajar di Yordania. Ia telah menetap selama kurang lebih satu setengah tahun dan kini menjalani hari-harinya dengan berbagai aktivitas akademik dan sosial di negeri Timur Tengah tersebut.
Dalam kesehariannya, Hilya aktif mengikuti perkuliahan sekaligus membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai negara. Ia juga terlibat dalam komunitas pelajar Indonesia serta kegiatan radio yang menjadi wadah untuk menyalurkan minatnya di bidang komunikasi. Lingkungan internasional yang ia temui setiap hari menjadi pengalaman berharga dalam memperluas wawasan budaya dan sosial.
Saat ini, Hilya menempuh pendidikan sarjana di Yarmouk University dengan fokus pada bidang Fiqih wa Ushul. Program studi ini mendalami hukum-hukum syariat Islam beserta metodologi dalam menetapkannya, yang menjadi salah satu alasan utama dirinya memilih melanjutkan studi di Yordania.
Ia mengungkapkan, Yordania dipilih karena memiliki lingkungan belajar yang kondusif, terutama dalam mempelajari bahasa Arab dan ilmu keislaman. Selain itu, keberadaan berbagai situs bersejarah di negara tersebut turut menjadi nilai tambah yang memperkaya pengalaman akademik dan spiritualnya.
“Di sini lingkungannya sangat mendukung untuk belajar. Aku juga bisa langsung merasakan suasana yang dekat dengan sejarah Islam, jadi bukan hanya belajar teori, tapi juga memahami konteksnya,” ujar Hilya.
Lebih lanjut, ia menilai masyarakat Yordania memiliki karakter yang hangat dan terbuka terhadap pendatang. Negara ini juga dikenal sebagai salah satu tempat yang menampung banyak pengungsi dari wilayah konflik seperti Palestina dan Suriah, sehingga menciptakan lingkungan yang beragam namun tetap inklusif.
“Sebagai perantau, aku merasa diterima dan dihargai. Orang-orang di sini ramah, jadi memudahkan kami untuk beradaptasi,” katanya.
Dari sisi kehidupan sehari-hari, Hilya mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mencari makanan halal. Hampir seluruh restoran di Yordania menyediakan makanan yang sesuai dengan kebutuhan umat Muslim, sehingga ia dapat menjalani keseharian dengan nyaman.
Meski demikian, rasa rindu terhadap kampung halaman tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Ia mengaku sangat merindukan masakan keluarga, khususnya hidangan khas daerahnya seperti masak habang dan sayur asam, serta nasi Padang yang kaya rempah.
“Aku rindu banget masakan mamaku. Walaupun di sini ada yang jual makanan Indonesia, rasanya tetap berbeda dan belum bisa sepenuhnya mengobati rasa rindu,” ucapnya.
Untuk mengatasi kerinduan tersebut, Hilya bersama sesama pelajar Indonesia kerap mengadakan kegiatan memasak bersama. Momen ini tidak hanya menjadi cara untuk menghadirkan kembali cita rasa tanah air, tetapi juga mempererat kebersamaan di antara para perantau.
“Kami biasanya masak bareng dan saling berbagi makanan. Dari situ terasa hangatnya kebersamaan, jadi sedikit mengobati rindu rumah,” kata Hilya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....