Petani Pemula Hidroponik Samarinda Siapkan 4.000 Lubang Tanam
- 11 Des 2025 08:28 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Hidroponik kini semakin diminati sebagai pilihan pertanian modern yang efisien dan mudah dijalankan, termasuk oleh para petani pemula. Salah satunya adalah Yakub, yang mulai merintis usaha hidroponik sebagai persiapan memasuki masa pensiun.
“Saya tertarik karena hidroponik tidak terlalu menguras tenaga dan bisa dikerjakan dengan santai tetapi tetap menghasilkan,” ucap Yakub saat berbincang dalam Obrolan Komunitas Pro 1 RRI Samarinda.
Yakub mengungkapkan, ketertarikannya semakin kuat setelah melihat praktik hidroponik yang dijalankan para anggota komunitas dan organisasi disabilitas. Menurutnya, hidroponik memberikan peluang bagi siapa saja, termasuk lansia atau penyandang disabilitas. “Saya melihat ini bisa menjamin masa depan, terutama untuk kami yang sudah memasuki usia lanjut,” ujarnya.
Saat ini Yakub masih menanam dengan media tanah menggunakan pot bunga karena keterbatasan lahan, namun ia telah menyiapkan instalasi hidroponik skala besar. Ia mengaku telah membangun sekitar 4.000 lubang tanam dan siap memulai pembibitan pada Januari mendatang. “Peralatannya sudah kami siapkan, pipanya juga sudah ada. Tinggal mulai tanam,” kata Yakub.
Baca juga: Kisah Petani Hidroponik Samarinda Bangun Usaha dari Nol
Sebagai pemula, Yakub juga menghadapi berbagai tantangan. Ia bercerita beberapa kali tanaman yang ia semai layu dan mati sebelum panen. Ia menilai pemahaman nutrisi dan teknik dasar masih perlu diperdalam.
Beruntung, Yakub memiliki mentor yang siap membimbingnya, yaitu Nurjanah, petani hidroponik berpengalaman dari Kecamatan Sambutan. Ia berharap proses belajar bersama komunitas dapat membantunya memahami teknik nutrisi, pengendalian hama, hingga perawatan instalasi.
Meski masih pemula, Yakub berencana menjadikan kebun hidroponiknya sebagai ruang pemberdayaan sosial. Ia berharap banyak anggota komunitas disabilitas dapat terlibat untuk mengelola kebun bersama. “Ini tidak membebani tenaga dan bisa menghasilkan. Harapan saya, teman-teman disabilitas ikut mengelola agar bisa menambah penghasilan,” kata Yakub.
Ia optimistis hidroponik dapat menjadi bisnis sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat. Dengan kesiapan instalasi 4.000 lubang, ia berharap langkah yang ia mulai tidak berhenti pada rencana, tetapi benar-benar menjadi usaha produktif yang memberi manfaat bagi banyak orang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....