Kisah Petani Hidroponik Samarinda Bangun Usaha dari Nol

  • 11 Des 2025 08:15 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Hidroponik bukan hanya sekadar tren, tetapi juga menjadi solusi bagi keterbatasan lahan serta peluang usaha yang menjanjikan. Hal itu dibahas dalam siaran Obrolan Komunitas Pro1 RRI Samarinda, beberapa waktu lalu.

Petani hidroponik dari Kecamatan Sambutan, Nurjannah, berbagi cerita tentang bagaimana ia mulai mengenal hidroponik melalui sebuah pelatihan pada 2019. Ia memulainya dari media sederhana seperti botol bekas sebelum akhirnya menggunakan sterofoam dan pipa. “Pelatihan itu hanya empat hari, tetapi dari situ saya makin tertarik, lalu belajar lagi melalui komunitas dan YouTube,” ucap Nurjanah.

Lebih lanjut ia menjelaskan, perjalanan awal tidak selalu mulus. Banyak tantangan yang ia hadapi terutama serangan hama pada tanaman. Ia menekankan, pemahaman teknis dan ilmu dasar penting agar tidak berhenti di tengah jalan. “Hasilnya dulu tidak memuaskan, tanaman kecil-kecil, sampai ada tetangga yang mencibir. Tapi cibiran itu justru membuat saya semakin semangat belajar,” katanya.

Untuk memperkuat pengetahuan, Nurjanah kerap berkonsultasi dengan anggota komunitas hidroponik yang lebih berpengalaman. Menurutnya, banyak pemula berhenti karena langsung praktik tanpa memahami cara mengatasi hama, merawat instalasi, atau menjaga kebersihan sistem.

“Saya hanya ikut satu pelatihan, selebihnya belajar dari para senior dan YouTube. Saya harus paham ilmunya dulu baru praktik,” kata dia.

Ketekunan itulah yang membuatnya terus berkembang. Kini ia tidak hanya mengelola kebun hidroponik sendiri, tetapi juga membagikan ilmu kepada warga lain yang ingin belajar. “Saya senang membantu teman-teman, terutama mereka yang bersiap menghadapi masa pensiun dan punya waktu luang untuk bertani,” ujar Nurjanah.

Dengan lahan terbatas dan modal yang tidak besar, Nurjanah membangun kebunnya sedikit demi sedikit. Ia menyebut proses yang ia jalani sangat bertahap.

Hingga kini, perjalanan panjang itu membuahkan hasil. Kebun hidroponik yang ia rintis dari nol telah berkembang dan menjadi inspirasi bagi banyak warga Samarinda. Nurjanah berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik mencoba sistem pertanian modern yang efisien, ramah lingkungan, dan dapat menjadi peluang ekonomi baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....