Menenun Mimpi, Menyulam Asa di Masa Muda
- 14 Agt 2025 17:34 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Masa muda ibarat tiket sekali jalan tanpa keberangkatan ulang. Di fase emas inilah, setiap peluang layak dicoba. Mulai dari meraih pendidikan setinggi mungkin, terjun dalam organisasi, menjajal panggung lomba, hingga membangun usaha.
Semangat itu pula yang dijalani oleh Ranti Febriana Agani, sosok muda inspiratif asal Kota Samarinda. Mahasiswi semester lima Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda ini tak hanya menapaki jalur akademik, tetapi juga aktif menorehkan jejak di berbagai komunitas, dunia digital, dan dunia usaha.
Di usianya yang baru menginjak 20 tahun, Ranti telah membuktikan bahwa masa muda bukan sekadar tentang mencari jati diri, tetapi juga tentang keberanian mengeksplorasi potensi.
“Kalau kita tidak bertindak sekarang, itu artinya kita menyia-nyiakan waktu. Dampaknya, masa depan kita bisa saja tidak jadi apa-apa,” ujarnya dalam program Spada Pro 2 RRI Samarinda, Selasa (12/08/2025).
Ranti dikenal aktif sebagai konten kreator, khususnya dalam membuat ulasan kuliner dan membagikan aktivitas kesehariannya melalui media sosial. Tak hanya itu, ia bersama keluarga juga merintis usaha kerajinan tangan berupa bunga dari kawat bulu. Salah satu kerajinan unik yang masih jarang ditemui di Samarinda.
“Jadi memang dari kawat bulu itu dijadikan kerajinan tangan. Di Samarinda masih jarang banget yang jualan seperti itu karena pembuatannya butuh effort. Aku bareng mama dan kakak bikin usaha ini, alhamdulillah sekarang semakin dikenal orang,” kata Ranti.
Baca juga: Kepercayaan Diri yang Tumbuh dari Proses dan Pengalaman
Usaha ini tidak hanya menjadi bentuk kreativitas keluarga, tetapi juga contoh nyata bagaimana anak muda bisa memulai dari rumah dan tetap memiliki nilai ekonomi.
Selain sebagai pegiat UMKM dan konten kreator, Ranti juga aktif dalam berbagai komunitas. Ia menjabat sebagai Duta Anti Narkoba Kota Samarinda 2024 dan menjadi anggota Komunitas Kejar Mimpi Samarinda.
Ia mulai aktif berorganisasi sejak usia 18 tahun. Menurutnya, organisasi adalah ruang belajar yang penting untuk melatih kemampuan sosial, kepemimpinan, hingga membangun relasi yang luas.
“Sekarang ini generasi Z harus bisa memanfaatkan waktu muda untuk berkembang. Persaingannya makin ketat, jadi kita harus bergerak cepat dan berani mencoba,” ujarnya.
Ranti percaya bahwa tantangan terbesar yang dihadapi anak muda bukan datang dari luar, melainkan dari dalam diri sendiri, seperti rasa takut gagal, cemas, atau bahkan panik. Namun, semua itu bisa diatasi dengan langkah pertama yaitu berani mencoba.
“Tahu-tahu pas aku sudah masuk ke dunia itu, semuanya merangkul. Berteman dengan baik, rasa takut dan cemas itu akhirnya enggak terbukti. Percuma kalau waktu habis untuk memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi,” katanya mantap.
Di akhir perbincangan, ia mengajak generasi muda untuk memanfaatkan masa muda dengan sebaik mungkin. Menurutnya, keberanian melangkah akan membuka banyak jalan baru.
“Rasa takut itu sebenarnya penghambat. Tapi kalau kita berani mencoba, justru banyak peluang yang terbuka. Jadi jangan ragu untuk melangkah,” ujar ranti.
Melalui langkah kecil yang konsisten, Ranti membuktikan bahwa masa muda bukan hanya tentang bermimpi, tetapi juga tentang mewujudkannya. Ia adalah contoh nyata bahwa ketika niat, keberanian, dan kerja keras bertemu, masa depan cerah bukan lagi sekadar angan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....