Sebagai Kiblat Ilmu, Motif Menempuh Pendidikan di Mesir
- 25 Mar 2025 14:22 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda : Menempuh pendidikan di luar negeri menjadi impian banyak orang, termasuk Nawrah Nabilah, seorang alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Perjalanan akademiknya dari Muara Muntai, Kalimantan Timur, hingga ke negeri para ulama bukan tanpa alasan.
Menurut Nawrah, Mesir merupakan kiblat ilmu sebagaimana Makkah adalah kiblat ibadah.
“Kenapa harus Mesir? ya mungkin Mesir adalah salah satu kiblat ilmu, kalau Makkah kan kiblatnya ibadah. Jadi alasan aku memilih Mesir juga ingin memperdalam ilmu agama, ingin mengetahui apa ya ilmu-ilmu yang bersumber dari Mesir karena kan guru-guru yang guru-guru, ulama syekh-syekh itu kan lahirnya dari Mesir semua. Maka dari itu Mesir adalah salah satu tujuan bahkan harapan dari keluargaku sendiri. harapan dari orang tua untuk melanjutkan status jenjang pendidikanku selanjutnya dari SMP, SMA bahkan selesai sarjana S1.” ungkapnya.
Lulus pada Oktober 2024 dengan gelar Lc (Licentiate), Nawrah mengakui bahwa perjalanan pendidikannya di Mesir bukan tanpa tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah adaptasi dengan bahasa Arab dalam perkuliahan.
“Awalnya memang sulit karena diajarkan dalam bahasa yang berbeda, tapi dengan keharusan menghadiri kuliah secara disiplin dan adanya kelompok bimbingan belajar dengan sesama mahasiswa Indonesia, akhirnya bisa menyesuaikan diri,” jelasnya.
Selain kendala bahasa, kehidupan di Mesir juga memberikan pengalaman unik baginya. Perbedaan makanan menjadi salah satu hal yang cukup mencolok.
“Di Mesir, rasa rempah-rempahnya tidak sekuat di Indonesia. Tapi mahasiswa Indonesia yang ada di sana membangun warung makan, jadi tidak terlalu sulit untuk tetap menikmati cita rasa tanah air,” kata Nawrah.
Meski sudah empat tahun tidak kembali ke Indonesia sejak 2021, Nawrah mengaku tidak terlalu mengalami homesick.
“Karena keluarga juga ada di sini dan lingkungan sesama mahasiswa Indonesia cukup kuat, jadi tidak terlalu terasa jauh dari rumah,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan studi S1, Nawrah mempertimbangkan untuk kembali ke Indonesia ketimbang melanjutkan S2 di Mesir. “Aku lebih memilih kembali agar bisa lebih serius dalam melanjutkan studi atau berkontribusi di tanah air,” katanya.
Pengalamannya belajar di Mesir membuktikan bahwa menuntut ilmu bisa membawa seseorang ke berbagai belahan dunia. Selama memiliki kemauan yang kuat dan konsistensi, Nawrah Nabilah menjadi salah satu contoh bagaimana seorang perantau dari Kalimantan Timur bisa meraih pendidikan tinggi di negeri para ulama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....