Selvi Gibran Dorong UMKM Perempuan Lestarikan Budaya Melayu Penyengat
- 30 Jul 2026 14:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir berjalan beriringan di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Hal itu terlihat saat Ibu Selvi Gibran Rakabuming bersama jajaran Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih (KMP) mengunjungi Balai Adat Melayu Indera Perkasa, Jumat 24 Juli 2026.
Kunjungan yang dikutip dari laman Wapresri.go.id tersebut menjadi ajang bagi Ibu Selvi untuk melihat secara langsung berbagai produk unggulan masyarakat. Ia meninjau aneka kuliner tradisional dan kerajinan khas Melayu, sekaligus berdialog dengan para perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pulau Penyengat.
Kedatangan rombongan disambut Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kepulauan Riau, Kementerian Pekerjaan Umum, Rocky Adam. Balai Adat Melayu Indera Perkasa yang menjadi lokasi kegiatan merupakan replika rumah adat Melayu jenis Selaso Jatuh Kembar yang dibangun pada 1985 sebagai balai pertemuan masyarakat.
Selain menjadi pusat aktivitas warga, balai adat tersebut juga berfungsi sebagai pusat pelestarian budaya Melayu. Berbagai peninggalan sejarah, artefak, seni, adat istiadat, hingga tradisi Melayu tersimpan di kawasan ini. Di lokasi tersebut, para pelaku UMKM turut memamerkan produk unggulan seperti makanan khas, kain songket, anyaman pandan, dan sulaman tradisional.
Dalam dialog bersama pelaku UMKM, Ibu Selvi menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menjaga warisan budaya sekaligus menggerakkan perekonomian keluarga. Menurutnya, produk kuliner maupun kerajinan khas Melayu perlu terus dikembangkan melalui inovasi tanpa menghilangkan nilai budaya dan cita rasa tradisional.
Ia berharap pengembangan produk dengan sentuhan modern dapat meningkatkan daya saing sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya di Kepulauan Riau, tetapi juga tingkat nasional. Upaya tersebut dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari komitmen Seruni KMP dalam memperkuat ekosistem UMKM perempuan melalui pendampingan, pelatihan, dan perluasan akses pasar. Dengan menggabungkan pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi, Pulau Penyengat diharapkan terus berkembang sebagai destinasi wisata budaya sekaligus pusat ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....