Perajin Tempe Lumajang Hadapi Kenaikan Harga Kedelai dan Tantangan Pemasaran
- 16 Jul 2026 14:53 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Perajin tempe asal Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Umi Jamilah, terus mempertahankan usaha keluarganya di tengah kenaikan harga kedelai dan tantangan pemasaran yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti dilansir dari Indonesia.go.id.
Menurut Umi, usaha tempe yang dijalankannya tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar.
"Alhamdulillah bisa membantu ekonomi keluarga. Kami juga bisa mengajak teman-teman dan kelompok-kelompok untuk ikut bekerja," ujar Umi.
Ia berharap kelompok usaha yang sempat tidak beroperasi dapat kembali aktif sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Dalam menjalankan usahanya, Umi mengandalkan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun. Proses pembuatan tempe dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari perendaman, perebusan, pembersihan, pemberian ragi, hingga fermentasi.
Menurutnya, setiap tahapan membutuhkan ketelitian dan pengalaman agar kualitas tempe tetap terjaga. Pengetahuan tersebut diperoleh dari pengalaman keluarga yang telah menekuni usaha tempe selama tiga generasi.
Meski demikian, Umi mengakui tantangan terbesar saat ini adalah kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku utama.
"Harga kedelai terus naik. Dulu sekitar Rp8.000 per kilogram, sekarang sudah mencapai Rp13.000 per kilogram," katanya.
Kenaikan harga bahan baku membuat biaya produksi meningkat sehingga harga jual tempe turut disesuaikan, dari Rp5.000 menjadi Rp7.000 per bungkus.
"Kami tetap menjual tempe, hanya harganya yang naik sedikit. Kalau tidak begitu, sulit menutup biaya produksi," ujarnya.
Meski harus menyesuaikan harga, Umi menegaskan kualitas produk tetap menjadi prioritas demi menjaga kepercayaan pelanggan.
Selain kenaikan harga bahan baku, ia juga menghadapi tantangan dalam memasarkan produk. Menurut Umi, banyak pelaku UMKM mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi masih menghadapi keterbatasan akses pasar.
"Yang paling sulit sekarang itu pemasarannya," kata Umi.
Ia berharap dukungan dalam pengembangan pemasaran, termasuk pemanfaatan platform digital, dapat membantu memperluas jangkauan pasar. Dengan meningkatnya permintaan, kapasitas produksi dapat bertambah dan membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....