Perajin Tempe Lumajang Umi Jamilah Pertahankan Usaha Warisan Tiga Generasi

  • 16 Jul 2026 14:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Lumajang – Di tengah kenaikan harga kedelai dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Umi Jamilah tetap mempertahankan usaha tempe warisan keluarganya di Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Dilansir dari Indonesia.go.id., setiap pagi, aktivitas produksi dimulai dari rumah sederhana miliknya. Aroma kedelai rebus, suara peralatan produksi, dan proses pengolahan yang dilakukan secara telaten menjadi bagian dari rutinitas yang telah dijalani keluarganya selama puluhan tahun.

Umi merupakan perajin tempe generasi ketiga yang meneruskan usaha keluarga. Keterampilan mengolah tempe diwariskan secara turun-temurun dari nenek, kemudian orang tua, hingga kini menjadi tanggung jawabnya.

"Saya sudah generasi ketiga. Dari nenek, lalu ibu, kemudian ayah, dan sekarang saya yang meneruskan," ujar Umi.

Sejak kecil, Umi telah akrab dengan proses pembuatan tempe. Pengalaman tersebut membuatnya memahami pentingnya menjaga kualitas produk agar tetap dipercaya pelanggan.

Menurutnya, proses fermentasi kedelai membutuhkan ketelitian dan kesabaran sehingga hasilnya sesuai dengan standar yang diharapkan konsumen.

Di tengah meningkatnya harga bahan baku dan perubahan pola belanja masyarakat, Umi memilih terus menjalankan usaha keluarganya. Baginya, usaha tempe bukan hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga bagian dari warisan yang perlu dipertahankan.

Meski dijalankan dari rumah produksi yang sederhana, usaha tersebut tetap memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempe sebagai salah satu bahan pangan yang terjangkau dan bergizi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....