Pemprov Kaltim Perkuat Daya Saing UMKM Hadapi Peluang Ekonomi
- 01 Jul 2026 07:07 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat strategi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program Jospol. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah pelaku usaha, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan UMKM yang tangguh, mampu bersaing, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengatakan UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah ingin memastikan pelaku UMKM memperoleh dukungan yang menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas, bantuan peralatan, hingga perluasan akses pemasaran.
"Mudah-mudahan UMKM ini terus berjaya dan berkembang. Kami berharap ke depan semakin banyak UMKM yang tumbuh di Kalimantan Timur sehingga mampu menyerap tenaga kerja, mengurangi pengangguran, dan menekan angka kemiskinan," ujarnya, saat dikonfirmasi Rabu 1 Juli 2026.
Menurut Seno, penguatan UMKM menjadi salah satu langkah penting untuk membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih kokoh, terutama di tengah transformasi Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Pertumbuhan jumlah pelaku usaha lokal dinilai harus diiringi dengan peningkatan kualitas agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Ia menjelaskan, melalui Program Jospol Kaltimpreneur, pemerintah tidak hanya memberikan pelatihan kewirausahaan, tetapi juga memfasilitasi bantuan peralatan produksi dan pendampingan pemasaran. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu UMKM meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar.
"Dalam Program Jospol, kami tidak hanya memberikan pelatihan kepada UMKM, tetapi juga bantuan peralatan dan dukungan pemasaran. Hal ini penting untuk menjaga keberlangsungan usaha mereka sekaligus memperluas pasar produk-produk UMKM Kalimantan Timur," katanya.
Seno menilai tantangan terbesar yang dihadapi UMKM saat ini bukan hanya memulai usaha, melainkan menjaga keberlanjutan bisnis agar terus berkembang. Karena itu, pemerintah ingin menciptakan ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha tidak berhenti pada satu jenis produk, tetapi mampu berinovasi dan melakukan diversifikasi usaha sesuai kebutuhan pasar.
Ia berharap, pelaku UMKM yang telah berhasil mengembangkan satu produk dapat terus meningkatkan kapasitas usahanya hingga menghasilkan produk baru yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Langkah tersebut diyakini akan memperkuat daya saing UMKM Kalimantan Timur di tingkat regional maupun nasional.
"Kami ingin UMKM di Kalimantan Timur semakin maju. Ketika mereka berhasil dengan satu produk, mereka bisa berkembang lagi ke produk lainnya sehingga usahanya semakin besar dan semakin baik," ucapnya.
Program Jospol Kaltimpreneur sendiri merupakan salah satu implementasi strategi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan wirausaha baru dan pemberdayaan UMKM. Program tersebut dirancang untuk melahirkan pelaku usaha yang mandiri sekaligus memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pemerataan pendapatan, dan mendukung pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....