Galeri UMKM Kaltim: Etalase Utama Cenderamata dan Ekonomi Kreatif Nusantara

  • 24 Jun 2026 20:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memacu sektor ekonomi kreatif dengan meresmikan dan mengoptimalkan fungsi Galeri UMKM Kaltim sebagai pusat cenderamata dan kuliner lokal. Langkah strategis ini diambil guna menyambut peningkatan kunjungan wisatawan dan pelaku bisnis ke wilayah Kalimantan Timur, khususnya seiring dengan perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pusat galeri ini diintegrasikan untuk menampung ribuan produk unggulan dari ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersebar di wilayah Kalimantan Timur.

Salah satu yang menjadi daya tarik wisatawan yaitu Galeri UMKM Center Kaltim di Jalan Marsma R. Iswahyudi, Balikpapan yang diresmikan oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud.

Fasilitas strategis yang berlokasi dekat dengan bandara ini diproyeksikan sebagai pusat promosi serta etalase utama bagi karya kriya dan kerajinan unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Wisatawan asal Sumatra Selatan, Hanifah, sengaja datang bersama teman-temannya untuk mencari oleh-oleh khas Kaltim. Ia mengaku sangat puas karena berbagai kerajinan tangan, pakaian, sampai camilan yang dijual di tempat ini sangat lengkap.

"Bagus, semuanya lengkap. Mulai dari kain, makanan, sampai camilan semua ada," ucapnya pada Rabu, 24 Juni 2026.

Hanifah mengatakan sangat tertarik dengan hijab pashmina yang ditawarkan di galeri tersebut. Ketertarikannya meliputi motif hingga bahan alami yang dicetak menggunakan daun (ekoprin), sesuatu yang jarang ia temukan di tempat lain. "Semoga wisatawan yang berkunjung dan mencari oleh-oleh di Balikpapan bisa ke sini. Harganya pun terjangkau, sesuai dengan kualitas barang yang dijual," ungkapnya.

Petugas Galeri UMKM Kaltim, Aulia, menjelaskan bahwa oleh-oleh favorit wisatawan berupa amplang, kopi khas Kaltim, serta produk herbal. "Untuk aksesori sendiri peminatnya pun banyak, seperti suvenir gantungan kunci, magnet kulkas, atau kalung serta gelang yang terbuat dari batu. Produk ini paling dicari oleh turis lokal maupun mancanegara," ujarnya.

Selain itu, Aulia menambahkan bahwa untuk produk kain, Galeri UMKM menyediakan kain ekoprin (eco print), yaitu kerajinan dari daun-daun yang dicetak hingga memunculkan motif daun alami. Ada pula batik tulis yang proses pembuatannya memakan waktu tiga hingga enam bulan, sehingga harganya menyesuaikan dengan kualitas produk tersebut.

"Harga yang ditawarkan bervariasi. Untuk pernak-pernik mulai dari Rp8.000 sampai Rp20.000 ke atas. Batik cap mulai dari harga Rp350.000 dan batik tulis mulai dari Rp1.000.000 ke atas," ungkap Aulia.

Dengan standardisasi kemasan dan mutu produk yang dikurasi secara ketat, destinasi ini diharapkan menjadi pilar utama perputaran ekonomi kreatif di Kalimantan Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....