Strategi UMKM di Balikpapan Bertahan di tengah Guncangan Ekonomi Kuliner
- 22 Mei 2026 17:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan – Sektor usaha rintisan (startup) kafe dan bisnis minuman di Kota Balikpapan saat ini sedang menghadapi tantangan besar. Kombinasi tekanan makroekonomi dan persaingan pasar yang ketat memaksa banyak pelaku usaha melakukan restrukturisasi hingga penutupan gerai. Namun, situasi tersebut tidak menggoyahkan Num Nums.
Gerai minuman yang beroperasi di Jalan Ruhui Rahayu, Balikpapan Selatan, ini sukses mempertahankan loyalitas konsumennya. Edwin, service crew Num Nums, mengungkapkan bahwa bisnis ini mampu bertahan karena memiliki pangsa pasar yang spesifik. "Kami menawarkan varian rasa teh kekinian dengan harga Rp20.000, yang dinilai konsumen sangat sebanding dengan kualitasnya," ujar Edwin saat ditemui pada Jumat 22 Mei 2026.
Rasa autentik hasil perpaduan teh dan aneka kombinasi rasa menjadi modal utama Num Nums dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.Tantangan terbesar saat ini datang dari lonjakan harga dan kelangkaan bahan baku plastik, yang dikeluhkan oleh mayoritas pelaku UMKM karena membengkakkan biaya produksi.
Menghadapi hal ini, Num Nums memilih melakukan penyesuaian material tanpa membebankan biaya kepada konsumen. "Kami tidak menaikkan harga produk. Untuk menyiasati gelas plastik merek lama yang tebal dan kini langka, kami menggantinya dengan merek lain yang memiliki kualitas ketebalan serta ketahanan yang hampir setara," ucap Edwin.
Ia juga menambahkan beberapa bahan baku yang sulit didapatkan terpaksa dieliminasi dari menu. Meski terjadi penurunan omzet sekitar 10 hingga 20 persen dibandingkan masa kejayaannya, volume penjualan Num Nums relatif stabil dengan rata-rata 50 hingga 60 pembeli per hari. Konsumennya pun sangat variatif, mencakup segmen usia remaja hingga 50 tahun. Eksis sejak tahun 2020, Num Nums membuktikan konsistensi rasa, stabilitas harga, pelayanan prima, dan optimalisasi pemasaran digital adalah kunci utama untuk bertahan.
Edwin berharap roda bisnis Num Nums dapat terus berputar kokoh. Ia juga berharap pemerintah menaruh perhatian pada jeritan para pelaku UMKM, khususnya dalam menstabilkan harga bahan baku plastik guna menekan biaya produksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....