Inovasi Produk UMKM Kuliner Lokal Samarinda Tembus Pasar Modern
- 30 Apr 2026 06:59 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Inovasi produk menjadi kunci utama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bertahan dan berkembang di era modern. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, kreativitas dalam mengolah produk kuliner lokal menjadi nilai tambah yang mampu menarik minat konsumen.
Salah satu pelaku UMKM di Samarinda, Devita Mardiana, berhasil mengembangkan produk kuliner dengan sentuhan inovasi melalui merek “Lauknya Nusantara”. Ia mengungkapkan, perjalanan usahanya tidaklah instan, melainkan melalui berbagai proses panjang hingga menemukan konsep yang tepat. “Awalnya nama brand ini sudah dua kali berubah sebelum akhirnya menjadi Lauknya Nusantara,” ujar Devita, saat dialog bersama RRI dalam program UMKM Bicara Pro1 Samarinda, dikutip Kamis 30 April 2026.
Devita menjelaskan, pemilihan nama tersebut memiliki makna kuat yang merepresentasikan kekayaan kuliner Indonesia. “Kami ingin menghadirkan lauk pauk khas Indonesia dalam satu brand, sehingga dipilih nama Lauknya Nusantara,” kata Devita.
Perjalanan usaha ini bermula dari kebiasaan sang ibu yang menekuni dunia kuliner sejak 2007. Produk awal berupa sambal dijual secara sederhana menggunakan kemasan plastik dan dipasarkan dari pintu ke pintu. “Dulu hanya pakai plastik biasa dan dijual ke teman-teman, terutama di lingkungan guru PAUD,” ucapnya.
| Baca juga: Bar Fresh Mart Hadirkan Inovasi UMKM Sehat |
Seiring waktu, Devita mulai melakukan inovasi pada kemasan agar terlihat lebih menarik dan sesuai dengan selera pasar modern. Produk yang semula sederhana kemudian dikemas ulang menggunakan standing pouch dengan varian rasa yang lebih beragam. “Kami mencoba membuat tampilan produk lebih menarik supaya bisa diterima pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Momentum besar datang saat pandemi Covid-19, ketika kebutuhan masyarakat terhadap makanan praktis meningkat. Dari situ muncul ide untuk mengembangkan produk ayam ungkep yang kemudian dipasarkan secara daring. “Saat itu orang sulit keluar rumah, jadi kami mencoba menyediakan lauk siap masak untuk membantu kebutuhan sehari-hari,” kata Devita.
Melihat tingginya permintaan, Devita kemudian melakukan inovasi dengan mengubah produk menjadi makanan beku atau frozen food agar lebih praktis dan tahan lama. “Saya berpikir kenapa tidak dibuat frozen saja supaya lebih mudah disimpan dan tidak perlu menunggu lama,” ucapnya.
Kini, inovasi tersebut terbukti mampu meningkatkan minat konsumen dan memperluas jangkauan pasar. Devita menegaskan bahwa keberhasilan UMKM tidak lepas dari keberanian untuk terus berinovasi dan memahami kebutuhan pelanggan. “Kuncinya ada di inovasi dan kemudahan bagi konsumen, sehingga produk kita tetap relevan di pasar modern,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....