Kampung Tenun Samarinda Naik Kelas, UMKM Jadi Penggerak Wisata Berkelanjutan

  • 03 Apr 2026 09:46 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat peran sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui pengembangan Desa Wisata Kampung Tenun Samarinda yang diarahkan menjadi destinasi unggulan berbasis budaya dan keberlanjutan.

Upaya ini ditandai dengan kegiatan bertajuk Sinergi Pengembangan Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif yang dirangkai dengan Business Matching pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM) Seri ke-11. Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat berbasis lokal.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, menegaskan bahwa Kalimantan Timur tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki kekuatan besar pada sektor budaya. Salah satunya adalah tenun khas Samarinda yang memiliki nilai historis tinggi sekaligus potensi ekonomi yang menjanjikan.

“Pengembangan desa wisata tidak hanya berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Di sisi lain, identitas budaya daerah tetap terjaga,” ujarnya, melansir rilis Pemprov Kaltim pada Jumat 3 April 2026.

Sejak 2014, BI Kaltim telah memberikan dukungan berkelanjutan terhadap Kampung Tenun Samarinda. Berbagai program telah digulirkan, mulai dari pembinaan UMKM tenun, pengembangan produk turunan, hingga peningkatan sarana galeri dan atraksi wisata.

Memasuki tahun 2026, penguatan difokuskan pada pengembangan UMKM berbasis subsisten, UMKM hijau, serta UMKM pariwisata. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih tangguh, inklusif, dan ramah lingkungan.

Komitmen tersebut juga diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BI Kaltim, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda, serta Kelurahan Tenun Samarinda. Kerja sama ini mencakup penguatan sektor pariwisata berkelanjutan, pengembangan ekonomi kreatif, hingga peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.

Selain itu, program BIMA ETAM Seri ke-11 kembali digelar sebagai bentuk nyata dukungan terhadap UMKM. Program ini menghadirkan layanan terpadu, mulai dari akses pembiayaan, pengecekan riwayat kredit melalui SLIK OJK, hingga pelatihan pencatatan keuangan digital.

Sejak diluncurkan, BIMA ETAM telah menjangkau ratusan pelaku UMKM di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Tercatat sebanyak 833 UMKM telah mengikuti program ini, dengan 163 UMKM berhasil memperoleh pembiayaan produktif senilai total Rp16,97 miliar.

Melalui sinergi yang terus diperkuat, BI Kaltim optimistis Kampung Tenun Samarinda dapat berkembang menjadi desa wisata berkelas yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....