Mutu Produk Menentukan Daya Saing UMKM

  • 07 Feb 2026 15:36 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kesadaran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap mutu produk menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing di pasar. Mutu tidak lagi dimaknai sebatas rasa atau bentuk produk, tetapi juga mencakup kesesuaian dengan kebutuhan dan harapan konsumen yang terus berkembang.

Penggiat UMKM, Zakaria Akhmad Busro, menjelaskan bahwa mutu atau kualitas pada dasarnya adalah tingkat kesesuaian suatu produk terhadap standar atau syarat yang ditentukan oleh konsumen. Artinya, sebuah produk dinilai bermutu bukan hanya dari sudut pandang produsen, tetapi dari sejauh mana produk tersebut mampu memenuhi kebutuhan konsumennya.

Zakaria memberi contoh dua produk gula aren dengan bentuk dan kemasan berbeda. Keduanya sama-sama gula aren, namun satu dikemas modern berbentuk serbuk, sementara yang lain berbentuk bongkahan dengan kemasan sederhana. Menurutnya, kedua produk tersebut sama-sama bisa dianggap bermutu, tergantung pada siapa konsumennya dan untuk kebutuhan apa produk itu digunakan.

Konsumen rumah tangga, misalnya, cenderung memilih gula aren yang dikemas rapi dan higienis karena dinilai lebih praktis dan aman. Sementara itu, pelaku usaha kue atau makanan justru bisa memilih gula aren bongkahan karena harganya lebih ekonomis dan sesuai untuk kebutuhan produksi. Dari sini terlihat bahwa mutu sangat erat kaitannya dengan karakter dan tujuan penggunaan produk.

Zakaria menekankan pentingnya UMKM memahami pasar sebelum memproduksi barang. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah pelaku usaha hanya berfokus pada kemampuan produksi, tanpa mempertimbangkan perubahan selera dan kebutuhan konsumen. Padahal, pemahaman terhadap konsumen akan membantu pelaku UMKM menentukan kemasan, harga, hingga saluran distribusi yang tepat, baik di pasar tradisional maupun modern.

Lebih lanjut, mutu tidak hanya berbicara soal produk. Ada enam dimensi mutu yang perlu diperhatikan UMKM, yakni mutu produk, mutu harga, mutu pelayanan, mutu keselamatan, mutu penyerahan, dan mutu moral. Misalnya, izin edar, sertifikat halal, serta kebersihan proses produksi menjadi bagian penting dari mutu keselamatan yang berpengaruh besar terhadap kepercayaan konsumen.

“Dengan mengenal mutu secara tepat, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk membuat produknya diterima, dipercaya, dan akhirnya terjual secara berkelanjutan”, ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....