UMKM Kuliner Nusantara Meriahkan Harlah NU di IKN
- 31 Jan 2026 10:05 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Sepaku - Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut dimeriahkan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Beragam produk lokal ditampilkan dalam kegiatan yang digelar di Gedung Multifunction Hall Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Momentum kegiatan berskala nasional tersebut dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat yang datang dari berbagai daerah. Kehadiran UMKM juga menambah semarak suasana Harlah NU yang dihadiri ribuan pengunjung.
Salah satu pelaku UMKM yang ikut ambil bagian adalah Ernik Tresnawati, pemilik Cafe Temara asal Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Ia menghadirkan produk kuliner berupa aneka minuman alami khas Nusantara kepada para pengunjung kegiatan.
“Event-event di kawasan IKN seperti ini sangat membantu UMKM. Pengunjung datang dari berbagai daerah, sehingga produk kami bisa lebih dikenal,” kata Ernik kepada rri.co.id Sabtu 31 Januari 2026.
Ernik menjelaskan, standnya menyediakan aneka minuman alami Nusantara yang diolah dari bahan-bahan lokal. Produk tersebut memanfaatkan rempah-rempah, buah, serta tanaman herbal yang selama ini menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia.
“Konsep kami adalah minuman Nusantara. Bahannya dari rempah, buah, dan herbal alami seperti temulawak dan kunyit. Ini potensi besar yang bisa terus dikembangkan,” ujarnya.
Menurut Ernik, keberadaan IKN membuka peluang ekonomi yang luas bagi pelaku UMKM, tidak hanya sebagai penjual produk jadi, tetapi juga sebagai penyedia bahan baku hingga distributor. Ia menilai kawasan IKN memiliki potensi besar untuk pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.
“Potensinya sangat besar. Kita bisa terlibat mulai dari penyedia bahan baku, pengolahan, sampai distribusi. Apalagi bahan-bahan alam di daerah ini sangat melimpah,” ucapnya.
Ia menambahkan, pengembangan UMKM berbasis bahan alam sejalan dengan identitas Indonesia sebagai negara yang kaya akan rempah-rempah. Selain bernilai ekonomi, produk tersebut juga memiliki nilai kesehatan dan kearifan lokal.
“Rempah-rempah adalah kekuatan Indonesia. Ini bisa menjadi produk unggulan sekaligus farmasi lokal,” katanya.
Ernik berharap pemerintah dapat terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM di kawasan IKN, baik melalui pelatihan, promosi, maupun dukungan kebijakan. Pendampingan dinilai penting agar UMKM lokal mampu tumbuh dan bersaing secara berkelanjutan.
“Dengan pendampingan yang tepat, UMKM di kawasan IKN bisa bangkit dan memanfaatkan kehadiran ibu kota baru sebagai sumber ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran UMKM dalam peringatan Harlah NU ke-100 di IKN menunjukkan bahwa pembangunan ibu kota baru tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat. Momentum ini diharapkan mampu mendorong UMKM lokal naik kelas dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi Ibu Kota Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....