Gula Aren ANUGRAH: Bangkit Dari Hutang Lewat Kejujuran

  • 19 Jan 2026 11:15 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Agus Suprihatin, pemilik usaha Gula Aren Murni ANUGRAH, berbagi kisah inspiratif mengenai awal mula bisnisnya yang lahir dari keterpurukan ekonomi. Usaha yang kini sukses menembus pasar Kalimantan Timur ini ternyata dimulai tanpa keahlian khusus, melainkan didorong oleh tekad untuk melunasi hutang dan memperkenalkan kearifan lokal kepada masyarakat luas.

Agus mengungkapkan bahwa komitmen menjaga kemurnian adalah kunci utama dalam menghadapi persaingan pasar yang sering kali terjebak pada adu harga murah. Menurutnya, konsumen perlu diedukasi agar mampu membedakan kualitas gula aren asli dengan produk campuran yang banyak beredar di pasaran saat ini.

"Komitmen kami memang ingin memperkenalkan gula aren yang benar-benar murni, kami tidak tergiur dengan untung besar tapi merusak kepercayaan konsumen," ujar Agus Suprihatin dalam program Teras UMKM RRI Samarinda. Ia menegaskan bahwa mempertahankan kualitas nira murni tanpa campuran bahan kimia adalah prinsip yang tidak bisa ditawar.

Proses produksi yang dijalani Agus tergolong berat dan penuh risiko karena ia masih mengandalkan cara tradisional. Ia harus memanjat pohon aren setinggi 12 hingga 15 meter di hutan tanpa bantuan alat modern, serta melakukan proses pemukulan dan pengayunan bunga jantan aren dengan teknik khusus yang membutuhkan kesabaran tinggi.

Tantangan besar sempat menghampiri saat muncul isu negatif terkait latar belakang agamanya yang mempengaruhi kepercayaan konsumen muslim. Namun, hambatan tersebut berhasil diatasi setelah ia bertemu dengan pendamping UMKM dan berhasil mendapatkan sertifikasi halal secara gratis pada tahun 2022.

Nama 'ANUGRAH' sendiri dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai pengingat akan titik balik hidupnya. Bagi Agus, keberhasilan usahanya saat ini adalah pintu rezeki yang diberikan Tuhan untuk mengangkat keluarganya dari keterpurukan ekonomi masa lalu.

Kini, produk Gula Aren ANUGRAH telah berkembang ke dalam berbagai bentuk seperti gula cetak besar, gula mini, hingga gula kristal (palm sugar). Agus berharap usahanya dapat terus berkembang dan suatu saat memiliki fasilitas produksi yang lebih modern guna memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....