Efisiensi Anggaran Daerah, Perajin Suvenir di Samarinda Terdampak
- 19 Jan 2026 10:07 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kebijakan efisiensi anggaran daerah dinilai turut memberi dampak tidak langsung terhadap sektor pariwisata, termasuk pelaku usaha toko suvenir di kawasan Citra Niaga, Samarinda. Tidak hanya bagi pemilik toko, tetapi juga mempengaruhi ekosistem di bawahnya, khususnya para perajin.
Pemilik Toko Suvenir Noor di Citra Niaga, Syahbana, menyebut pemangkasan anggaran daerah berimbas pada menurunnya kunjungan kegiatan dinas dan tamu pemerintahan yang selama ini menjadi salah satu sumber belanja oleh-oleh. "Kalau secara tidak langsung pasti berpengaruh,” ujarnya.
Ia mencontohkan dampak positif yang pernah dirasakan saat intensitas kunjungan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) masih tinggi. Pada periode tersebut, tingkat hunian hotel meningkat dan wisatawan turut berbelanja ke pusat oleh-oleh, termasuk Citra Niaga.
"Apalagi kemarin pas upacara di IKN tuh berdampak banget sampai ke Samarinda," kata dia.
Namun pada 2026, ia menilai kondisi itu kemungkinan berkurang seiring efisiensi anggaran di lingkungan pemerintah daerah. Misalnya, Dana Bagi Hasil (DBH) Kalimantan Timur yang anjlok dari Rp6,06 triliun pada 2025 menjadi Rp1,62 triliun. Pemangkasan ini juga berdampak pada turunnya nilai APBD Kaltim tahun ini dari Rp21 triliun menjadi sekitar Rp15,15 triliun.
Menurut Syahbana, pelemahan penjualan tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga perajin di hulu. Sebab satu produk kerajinan saja, ujarnya, bisa melibatkan hingga tiga perajin, mayoritas ibu rumah tangga dari Samarinda, Kutai Barat, hingga kawasan pedalaman.
"Kalau penjualnya goyang, ekosistem di bawah juga ikut goyang,” ucapnya.
Ia menjelaskan, rantai produksi untuk satu tas dimulai dari perajin bahan dasar, seperti pengolah kulit. Kemudian perajin lain membentuk kulit tersebut menjadi produk jadi, dan ada perajin ketiga yang menjual barang ke toko.
Karena itu dikhawatirkan, ketika penjualan di toko menurun, pemesanan otomatis dikurangi. Dampaknya langsung terasa di tingkat perajin, produksi ditahan, pemesanan dikurangi, bahkan tidak menutup kemungkinan berhenti sementara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....