Strategi di Balik Bertahannya UMKM My Kitchen

  • 19 Jan 2026 07:44 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Di tengah ketatnya persaingan usaha kuliner, My Kitchen Samarinda mampu bertahan hingga 11 tahun bukan tanpa strategi. Kunci utamanya terletak pada konsistensi, pemanfaatan media sosial serta mindset usaha yang berorientasi jangka panjang.

Arum Kusumaning Pertiwi menceritakan kisahnya di Teras UMKM Pro 4 RRI Samarinda. Usaha ini berawal dari hal sederhana, yaitu mengunggah foto puding buatan sendiri ke Facebook saat ulang tahun suami. “Awalnya enggak sengaja. Saya bikin puding, upload di Facebook, ternyata ada yang pesan. Dari situ keterusan sampai sekarang,” kata Arum.

Sejak awal, My Kitchen Samarinda memang mengandalkan pemasaran digital. Hingga kini, Arum masih konsisten memposting setiap pesanan yang masuk. “Kalau kita jualan online tapi malas posting, orang enggak akan tahu kita jualan. Sampai sekarang, setiap ada orderan, saya posting,” ujarnya.

Dalam menjaga konsistensi usaha, Arum memilih target pasar menengah ke atas yang berfokus pada kualitas. Ia mengaku strategi ini membuat bisnis lebih stabil.

“Kalau selisih Rp1.000 saja konsumen pindah, itu berat. Jadi kami selalu menjaga kualitas dan kehalalan supaya pelanggan loyal,” ucap Arum kepada Pro 4 RRI Samarinda.

Lebih lanjut, Arum menekankan pentingnya membangun tim dan tidak takut merekrut karyawan. Menurutnya, usaha tidak akan berkembang jika hanya mengandalkan satu orang. “Bisnis itu bukan soal jadi ''Superman'', tapi super tim. Kalau kita membuka lapangan kerja, insyaallah rezekinya juga makin luas,” katanya.

My Kitchen Samarinda berharap dapat terus tumbuh dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat. Hal ini menjadi bukti bahwa UMKM dapat bertahan dan berkembang dengan konsistensi, adaptasi teknologi, serta niat usaha yang tidak semata-mata mengejar keuntungan, tetapi juga nilai kebermanfaatan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....