Inflasi Kaltim Tetap Terjaga, BI dan TPID Terus Jaga Stabilitas Harga
- 04 Agt 2026 16:38 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Inflasi Provinsi Kalimantan Timur pada Juli 2026 tetap terjaga di tengah tekanan kenaikan harga pada sektor transportasi dan pendidikan. Bank Indonesia mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim mengalami inflasi sebesar 0,18 persen secara bulanan (month to month/mtm), lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 0,70 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengatakan inflasi tahunan Kaltim pada Juli 2026 berada di level 3,31 persen (year on year/yoy), sedangkan inflasi tahun kalender tercatat sebesar 2,54 persen (year to date/ytd).
"Tekanan inflasi Juli 2026 terutama berasal dari kelompok transportasi dan pendidikan. Kelompok transportasi dipengaruhi dampak lanjutan penyesuaian harga Pertamax pada Juni 2026 serta kenaikan harga pelumas atau oli mesin. Sementara itu, kelompok pendidikan terdorong oleh dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027," ujar Jajang dalam siaran pers Bank Indonesia, Selasa, 4 Agustus 2026.
Secara spasial, Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,28 persen, diikuti Kota Balikpapan 0,25 persen dan Kota Samarinda 0,20 persen. Sementara itu, Kabupaten Berau justru mengalami deflasi sebesar 0,18 persen.
Jajang menjelaskan, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi pada Juli 2026 adalah bensin, daging ayam ras, pelumas atau oli mesin, ikan layang atau benggol, serta beras. Di sisi lain, tekanan inflasi berhasil tertahan berkat penurunan harga sejumlah komoditas, seperti cabai rawit, bawang merah, tomat, emas perhiasan, dan cabai merah.
Untuk menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kalimantan Timur terus memperkuat implementasi strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Pada aspek keterjangkauan harga, TPID terus menggelar Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, serta berbagai program stabilisasi harga agar masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Di sisi ketersediaan pasokan, TPID bersama Bulog, organisasi perangkat daerah teknis, dan pemangku kepentingan memastikan stok komoditas strategis, terutama beras, daging ayam ras, dan ikan, tetap tersedia.
Selain itu, koordinasi antardaerah juga terus diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi sekaligus mengantisipasi gangguan rantai pasok yang dapat memicu kenaikan harga. Sementara pada aspek komunikasi efektif, TPID rutin memantau perkembangan harga dan pasokan serta menyampaikan informasi kepada masyarakat guna menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali.
"Ke depan, TPID di wilayah Kalimantan Timur akan terus memperkuat sinergi dan langkah mitigasi dini melalui implementasi strategi 4K secara konsisten, termasuk penguatan program Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS). Dengan berbagai upaya tersebut, stabilitas harga di Kalimantan Timur diharapkan tetap terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, serta aktivitas ekonomi daerah dapat terus berjalan dengan baik," kata Jajang.
Bank Indonesia optimistis sinergi yang terus dibangun bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan mampu menjaga inflasi tetap terkendali, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....