Awal 2026, Harga Bahan Pokok di Segiri Naik

  • 02 Jan 2026 14:28 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Mayoritas harga bahan pokok di Pasar Segiri, Jalan Pahlawan, Kota Samarida masih naik di awal tahun 2026 per Jumat (02/01/2026). Bahan pokok yang mengalami kenaikan tersebut, di antaranya bawang putih, cabai rawit, cabai keriting, telur, dan daging ayam.

Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga ini sudah berlangsung sejak satu bulan lalu saat momen natal dan tahun baru. Namun memasuki awal tahun, harga tidak kunjung turun.

Seperti yang diungkapkan pedagang cabai di Pasar Segiri, Herman. Ia mengaku produsen cabai di Lempake tempat ia mengambil pasokan belum sepenuhnya kembali aktif memanen. Akibatnya, harga cabai melonjak cukup drastis.

"Kemarin cabai rawit Rp45-Rp40 ribu jadi Rp55 ribu per kilogram. Ini cabai keriting Rp25 ribu aja kemarin sekarang Rp30 ribu per kilogram," kata Herman.

Tingginya harga cabai juga mempengaruhi daya beli konsumen. Menurut Herman, banyak pembeli yang mengurangi jumlah belanja mereka dari yang biasanya satu kilogram menjadi setengah hingga seperempat kilogram.

Tidak hanya cabai, kenaikan serupa juga terjadi pada bawang putih. Di awal 2026, harga bawang putih mencapai Rp45 ribu per kilogram. Hal itu karena harga satu karung bawang putih yang diimpor dari Jawa naik.

"Kemarin pas malam tahun baru itu kita ambil 1 ton. Sekarungnya itu Rp500 ribu lebih. Dulunya kan Rp400-Rp410 ribu," ujar salah satu pedagang bawang di Pasar Segiri, Nugrah.

Namun, harga bawang merah justru mengalami penurunan. Baik bawang merah jenis biasa dan bawang merah pentol yang berukuran agak besar.

Nugrah menuturkan, harga bawang merah yang sebelumnya naik Rp60 ribu kini turun Rp45-Rp50 ribu per kilogramnya. Sedangkan, bawang merah pentol turun dari Rp45 ribu menjadi Rp35-Rp38 ribu per kilogram.

"Kalau harga bawang biasa naik, yang bawang merah pentol naik juga dia. Tapi agak murah, dibawanya bawang merah biasa," ucapnya.

Akibat melonjaknya bawang merah beberapa waktu lalu, Nugrah mengungkap, dirinya bahkan jarang mendapatkan pemasukan. Namun, kini omset yang ia dapatkan mulai kembali stabil.

"Sekarang agak lumayan, sehari kadang Rp3-Rp3,6juta. Pas naik itu sepi. Pembeli enggak ada. Orang-orang mau ke pasar itu enggak ada," ucapnya.

Yayuk saat membeli bawang di Pasar Segiri. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Selain Nugrah, fluktuasi harga bawang juga turut mempengaruhi Yayuk, pembeli bawang di Pasar Segiri. Sebagai produsen bawang goreng, Yayuk mengaku harus memutar otak agar dirinya bisa tetap berjualan.

Selama harga bawang naik, dirinya pun harus mengurangi volume bawang goreng yang dijualnya.

"Jadi isinya aja yang dikurangi per bungkus, harganya tetap Rp10 ribu. Kalau memang harganya sudah stabil ya isinya tetap, setengah ons," ujarnya.

Sementara itu, harga telur di Pasar Segiri di awal tahun mencapai Rp2 ribu rupiah per butirnya. Bahkan, sejumlah pedagang mengaku harus menekan harga jual dari yang seharusnya Rp2.100-Rp2.200 ribu per butir telur.

Sedangkan, beberapa bahan pokok yang harganya masih stabil, yakni daun jeruk, daun bawang, daun salam, jahe, dan lengkuas. (Chella Defa)

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....