Sandima Samarinda Lolos WBTB 2026

  • 07 Okt 2026 06:53 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Sandiwara Mamanda atau Sandima menjadi salah satu kesenian dari Kota Samarinda yang lolos dalam proses penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2026. Capaian tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan panjang pelestarian kesenian tradisional di Kalimantan Timur.

Penulis Buku Sandima dan Kajian Ilmiah Sandima untuk WBTB, Abdillah Syafei, mengatakan proses pengusulan Sandima sebagai WBTB telah berlangsung sejak 2025. Saat itu, ia mendapat amanah dari Dinas Pendidikan untuk membantu menyusun naskah akademik sebagai salah satu persyaratan pengajuan.

“Untuk mendapatkan WBTB ini enggak gampang. Kita ada puluhan yang diajukan, ternyata yang diterima cuma satu untuk termin pertama ini,” ujar Abdillah, dikutip Selasa 6 Oktober 2026.

Setelah naskah akademik disusun dan disidangkan bersama maestro serta budayawan, Sandima kemudian masuk tahap verifikasi oleh tim dari tingkat pusat. Tim tersebut turun langsung untuk melihat keberadaan Sandima, mewawancarai para tokoh, serta mengunjungi tempat latihan dan pementasan.

Salah satu tantangan dalam proses tersebut adalah memastikan bahwa Sandima memiliki karakter yang berbeda dengan Mamanda. Menurut Abdillah, masih ada anggapan bahwa Sandima hanya merupakan bentuk lain dari Mamanda.

Namun, setelah ditelusuri berdasarkan musik, lagu, cerita, dan unsur pertunjukannya, tim verifikasi akhirnya melihat adanya perbedaan antara keduanya. Sandima tetap menggunakan unsur Mamanda sebagai bagian dari sejarahnya, tetapi telah mengalami perkembangan dan akulturasi di Samarinda.

Sandima kemudian diumumkan lolos sebagai WBTB pada 3 Juli 2026. Meski demikian, Abdillah menjelaskan, proses administrasi berupa penerbitan surat keputusan masih menunggu tahapan penetapan berikutnya karena pengumuman tersebut masih berada pada termin pertama.

Ke depan, ia berharap status WBTB tidak hanya menjadi sebuah pengakuan, tetapi juga mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan Sandima. Menurutnya, Sandima dapat menjadi media edukasi sekaligus sarana menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....