Dalang Muda Kaltim Hadapi Tantangan Menarik Minat Gen Z pada Seni Wayang
- 23 Agt 2026 11:47 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Perubahan pola konsumsi hiburan generasi muda menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku seni tradisional, termasuk seni wayang. Dalang muda kini dituntut tidak hanya menguasai pakem pedalangan, tetapi juga mampu menghadirkan pertunjukan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Tantangan tersebut disampaikan dalang perwakilan Balikpapan, Ki Wahyudi, yang tampil dalam Festival Dalang Muda 2026 di Halaman GOR Kadrie Oening Sempaja Samarinda, pada Minggu 23 Agustus 2026. Festival ini digelar oleh DPP IKA PAKARTI Kaltim bersama PEPADI Kaltim.
Menurut Wahyudi, salah satu tantangan terbesar adalah mencari cara agar Generasi Z dapat tertarik menonton pertunjukan wayang. Ia menilai penyajian wayang yang terlalu terpaku pada pola lama berpotensi membuat generasi muda merasa jenuh.
"Seorang dalang itu perlu melakukan penyesuaian dalam bentuk penyajian tanpa meninggalkan nilai utama dari seni pedalangan. Jika pertunjukan hanya mengikuti pakem lama secara penuh, diperlukan upaya tambahan agar tetap relevan dengan kondisi penonton," ujar Wahyudi.
Selain bentuk penyajian, durasi pertunjukan juga menjadi perhatian. Wahyudi menyebut pertunjukan wayang semalam suntuk saat ini menghadapi tantangan karena penonton sering kali tidak bertahan hingga akhir acara.
“Kadang-kadang kita miris, belum sampai pagi sudah sepi yang nonton. Nah, ini tantangan kita, harus mikir bagaimana caranya supaya Gen Z ini bisa tertarik dengan wayang,” katanya.
Wahyudi melihat sejumlah inovasi pertunjukan wayang di daerah lain dapat menjadi inspirasi bagi para dalang di Kalimantan Timur. Salah satunya dengan menghadirkan pertunjukan yang lebih kontemporer dan mampu berinteraksi dengan selera penonton masa kini.
Namun demikian, Wahyudi menegaskan inovasi tidak harus menghilangkan identitas wayang sebagai warisan budaya. Pengembangan kemasan justru dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan nilai dan cerita pewayangan kepada masyarakat yang lebih luas. Tantangan pelestarian wayang pada akhirnya terletak pada kemampuan pelaku seni membaca perubahan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....