Dongeng Tanamkan Cinta Tanah Air sejak Dini

  • 21 Agt 2026 07:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Menanamkan nilai cinta tanah air kepada anak tidak selalu harus dilakukan melalui pembelajaran yang formal. Cerita atau dongeng dapat menjadi cara yang lebih ringan dan menyenangkan untuk mengenalkan nilai perjuangan, gotong royong, semangat kebangsaan, hingga keteladanan tokoh kepada anak sejak usia dini.

Ketua Kampung Dongeng Etam Samarinda, Fitri Jawsika, mengatakan dongeng memiliki tahapan sesuai dengan usia anak. Untuk anak usia sekolah menengah pertama, misalnya, cerita tentang perjuangan dan tokoh bangsa dinilai tepat karena pada usia tersebut anak mulai mencari sosok yang dapat dijadikan panutan.

“Khususnya adik-adik yang SMP ini bagus sekali kalau kita menceritakan dongeng tentang perjuangan karena mereka sangat gampang mempunyai idola, sangat butuh idola,” ujar Fitri saat mengisi Program Talkshow Pro 4, dikutip Jumat 21 Agustus 2026.

Salah satu tokoh yang dapat dikenalkan melalui cerita adalah Soekarno. Menurutnya, kisah tersebut dapat memberikan gambaran kepada anak bahwa kemampuan dan keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh latar belakang.

“Soekarno ini berasal dari lingkungan sederhana, tapi Dia mampu memperluas pengetahuannya dengan membaca dan juga belajar dari pengalaman orang-orang hebat,” katanya.

Fitri menilai kebiasaan membaca dan belajar dari pengalaman orang lain menjadi hal penting yang perlu ditanamkan kepada generasi muda saat ini.

Ia mengingatkan anak-anak agar tidak hanya menghabiskan waktu dengan gadget dan permainan, tetapi juga memperbanyak membaca, menulis, berkreasi, serta melakukan berbagai kegiatan positif.

“Jangan baca buku, ciptakan, nulis, kemudian lakukan hal-hal positif,” ucapnya.

Menurut Fitri, dongeng menjadi media yang efektif karena pesan yang disampaikan melalui cerita terasa lebih mudah diterima anak. “Peran dongeng sangat penting sekali untuk itu karena kita lebih gampang untuk menanamkan kepada mereka lewat cerita,” katanya.

Melalui kisah perjuangan dan keteladanan tokoh, anak juga dapat diajak membayangkan kontribusi yang bisa mereka berikan untuk Indonesia di masa depan. Fitri berharap generasi muda tidak hanya menjadi penikmat perkembangan teknologi, tetapi mampu memanfaatkan waktu untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas sehingga dapat menjadi generasi yang lebih siap menyambut Indonesia Emas.

Bagi Fitri, makna anak yang merdeka juga berkaitan dengan keberanian untuk tumbuh dan menentukan masa depan. Anak yang merdeka bukan hanya anak yang bebas bermain, tetapi anak yang sehat, kuat, memiliki ilmu, berani menyampaikan pendapat, berani menjalani kehidupan, serta memiliki cita-cita.

“Anak yang merdeka itu adalah anak yang sehat, anak yang kuat, anak yang berilmu, dan anak yang keren yang berani untuk mengeluarkan pendapat dan berani menjalani hidup ini dan punya cita-cita,” kata Fitri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....