Musik Modern Jadi Jembatan Generasi Muda Mengenal Lagu Daerah
- 15 Agt 2026 15:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Lagu daerah dinilai masih memiliki tempat di kalangan generasi muda, meski pola konsumsi musik saat ini telah mengalami perubahan. Kehadiran musik pop, indie, hingga berbagai genre modern melalui media turut membentuk selera musik anak muda.
Dosen Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman, Bayu Arsiadhi, mengatakan generasi muda sebenarnya tidak sepenuhnya meninggalkan musik tradisional. “Anak-anak muda itu sebetulnya tidak sepenuhnya meninggalkan musik tradisi, tetapi pola konsumsi musiknya berubah,” ujar Bayu dalam Program Berjaringan Suara Budaya Nusantara, di kutip 15 Agustus 2026.
Ia menilai, ketika lagu daerah disajikan dalam format tradisional secara utuh, sebagian anak muda mungkin merasa asing. Namun, ketika musik daerah dipadukan dengan gaya musik yang lebih familiar bagi mereka, respons yang muncul justru lebih positif.
Fenomena tersebut terlihat dari munculnya karya-karya yang memadukan musik modern dengan unsur musik daerah. Perpaduan tersebut dinilai mampu membuat lagu daerah kembali dekat dengan kehidupan generasi muda.
Bayu menjelaskan, musik pada dasarnya merupakan bagian dari kebudayaan yang terus hidup dan berkembang. “Musik daerah itu tidak harus selalu ditempatkan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi dapat terus mengalami perkembangan sesuai konteks masyarakat, karena musik itu semacam kebudayaan yang hidup,” katanya.
Menurut Bayu, aransemen musik modern dapat menjadi jembatan antara nilai-nilai lama dalam musik daerah dengan gaya musik yang disukai generasi saat ini. Dalam proses tersebut, perubahan dapat dilakukan pada bentuk atau lapisan luar musik, seperti penggunaan instrumen, gaya, maupun harmoni, tanpa harus menghilangkan substansi yang terkandung di dalamnya.
Pendekatan tersebut juga dapat menumbuhkan rasa memiliki atau sense of belonging pada generasi muda. Ketika musik daerah hadir melalui bahasa musik yang mereka kenal, anak muda dapat merasa bahwa musik tradisional juga merupakan bagian dari kehidupan dan identitas mereka.
Bayu menilai peluang keberlanjutan musik daerah cukup terbuka selama kreativitas generasi muda tetap berkembang. “Selama musik yang disukai anak muda masih bisa dipadukan dengan musik daerah, menurut saya akan tetap berjalan sampai ke depan,”ucapnya.
Dengan demikian, pelestarian musik daerah tidak hanya dilakukan dengan mempertahankan bentuk lama, tetapi juga dengan memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi. Perpaduan tersebut diharapkan membuat musik daerah tetap relevan sekaligus terus hidup di tengah perubahan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....