Teknologi AI Jadi Peluang Promosi Budaya
- 11 Jun 2026 06:46 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pelestarian budaya. Penggunaannya dinilai perlu disikapi secara bijak, agar mampu mendukung promosi budaya tanpa menghilangkan nilai-nilai aslinya.
Kepada RRI, Duta Budaya Intelegensia Samarinda 2025, Daffa Abi Permana, mengatakan AI memiliki dua sisi yang harus dipahami oleh generasi muda. Teknologi tersebut dapat membantu penyebaran informasi budaya secara lebih luas, tetapi juga berpotensi menimbulkan kesalahan apabila digunakan tanpa pemahaman yang memadai.
“AI itu seperti pisau bermata dua. Kalau dimanfaatkan dengan benar, budaya kita bisa semakin dikenal. Tapi kalau tidak hati-hati, justru bisa menghilangkan pakem budaya yang sebenarnya,” ujar Daffa, dikutip Rabu 10 JUni 2026.
Ia mencontohkan penggunaan AI untuk membuat gambar atau video budaya yang tidak sesuai dengan kaidah aslinya, dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Di sisi lain, teknologi AI juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung edukasi budaya. Salah satunya melalui pembuatan konten digital, dokumentasi bahasa daerah hingga penyediaan informasi sejarah budaya yang lebih mudah diakses.
Wakil 1 Kanda Duta Budaya Kota Samarinda 2025, Muhammad Aryasatya Javier, menilai perkembangan teknologi tidak seharusnya membuat generasi muda menjauh dari budaya. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya kepada lebih banyak orang, terutama melalui media sosial yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Sementara itu, Wakil 1 Dinda Duta Budaya Kota Samarinda 2025, Desi Az Zahra Putri menegaskan bahwa budaya tetap harus dikenalkan melalui pengalaman langsung seperti festival budaya, permainan tradisional dan kunjungan ke situs budaya.
“Generasi muda perlu melihat dan merasakan langsung bahwa budaya itu ada di sekitar mereka, sehingga tumbuh rasa memiliki terhadap budaya tersebut,” katanya.
Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, budaya lokal tidak hanya dapat bertahan di tengah modernisasi, tetapi juga berkembang dan dikenal lebih luas oleh generasi masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....