Adaptasi Jadi Kunci Eksistensi Musik Tradisi Kaltim

  • 11 Jul 2026 16:00 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Musik tradisional Kalimantan Timur dinilai masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang di tengah perubahan zaman. Meski menghadapi tantangan akibat derasnya arus globalisasi musik, keberadaan musik tradisi tetap memiliki ruang untuk beradaptasi dan menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Dosen Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman, Nofriyan Hidayatulloh, mengatakan kondisi musik tradisional Kaltim saat ini tidak dapat hanya dilihat dari sisi kekhawatiran terhadap keberlangsungannya. Menurutnya, terdapat berbagai potensi yang menunjukkan bahwa musik tradisi masih memiliki peluang untuk berkembang, salah satunya melalui dukungan pendidikan bagi pelaku seni dan musisi tradisi.

"Kalau kita berbicara mengenai kondisi musik tradisi di Kalimantan Timur, sebenarnya ada potensi yang bisa kita lihat. Salah satunya dengan adanya ruang pendidikan bagi pelaku seni dan musisi tradisi untuk terus mengembangkan kemampuannya," ujarnya, dikuti, Sabtu 11 Juli 2026.

Menurut Nofriyan, keberadaan program pengembangan kapasitas seniman, termasuk kesempatan belajar di lembaga pendidikan seni seperti Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kalimantan Timur, menjadi salah satu bentuk sinergi dalam menjaga keberlanjutan musik tradisional. "Ketika ada sinergi antara pelaku seni, lembaga pendidikan, dan masyarakat, maka musik tradisi memiliki peluang untuk terus hidup dan berkembang," ucapnya.

Ia menjelaskan, keberagaman masyarakat Kalimantan Timur menjadi salah satu kekuatan dalam perkembangan musik tradisional. "Keberagaman itu bisa kita baca sebagai pendorong lahirnya kreativitas dan perkembangan musik tradisi, karena seni merupakan ekspresi dari pengalaman masyarakatnya," kata Nofriyan.

Terkait minat generasi muda terhadap musik tradisional, Nofriyan menyebut belum dapat disimpulkan secara sederhana apakah mengalami peningkatan atau penurunan karena membutuhkan penelitian lebih lanjut. Namun, menurutnya, minat dapat tumbuh ketika generasi muda memiliki keterhubungan dengan musik tradisi yang mereka kenal.

"Minat itu lahir dari ketertarikan dan adanya kesesuaian antara pengalaman kita dengan musik tradisi. Karena itu, musik tradisi perlu hadir dalam konteks kehidupan generasi muda saat ini," ujarnya.

Di tengah masuknya berbagai musik global, Nofriyan menilai musik tradisional tetap memiliki relevansi karena mampu menawarkan pemahaman mengenai identitas masyarakat. Salah satu contohnya adalah musik tingkilan dari Kutai yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media komunikasi melalui pantun, sindiran, dan nasihat.

Ia menambahkan, konsep betingkilan dalam tradisi Kutai memiliki nilai interaksi yang kuat karena melibatkan hubungan antara pemain musik dengan masyarakat yang menyaksikan. Tradisi ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga membangun komunikasi dan kedekatan sosial yang menjadi ciri khas budaya lokal.

Menurutnya, di tengah era digital yang serba cepat, musik tradisi justru dapat menjadi ruang untuk menghadirkan kembali nilai kebersamaan, interaksi, dan identitas budaya masyarakat Kalimantan Timur. Nofriyan berharap generasi muda dapat melihat musik tradisional bukan sebagai sesuatu yang tertinggal, melainkan sebagai warisan budaya yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....