Generasi Muda Diajak Lestarikan Tari Tradisional lewat Kreativitas Digital

  • 03 Jul 2026 13:15 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pelestarian seni tari tradisional di tengah derasnya pengaruh budaya global menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda. Wakil 2 Duta Budaya Kota Samarinda, Muhammad Ibrohim, menilai pendekatan kreatif dan pemanfaatan media digital menjadi kunci agar tari tradisional tetap diminati oleh kalangan muda.

Menurut Ibrohim, seni tari tradisional perlu dikemas secara lebih relevan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

“Salah satu caranya dengan mengakulturasikan tari tradisional dengan tren yang berkembang saat ini sehingga lebih mudah diterima generasi muda,” ujarnya saat menjadi narasumber siaran berjaringan pesona budaya borneo Pro 4 Samarinda, dikutip Jumat 3 Juli 2026.

Ia mengatakan, masih banyak anak muda yang menganggap tari tradisional sebagai kesenian yang kaku dan sudah tertinggal zaman. Karena itu, diperlukan upaya untuk mengubah pandangan tersebut melalui berbagai inovasi dan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.

Menurutnya, popularitas budaya populer seperti K-Pop dan berbagai jenis dance modern tidak boleh dianggap sebagai ancaman. “Justru kita harus menunjukkan bahwa tari tradisional juga memiliki daya tarik dan nilai yang tidak kalah menarik jika dikemas dengan baik,” kata Ibrohim.

Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan edukasi budaya. Ia mendorong generasi muda untuk aktif membuat konten kreatif yang memperkenalkan tari tradisional kepada masyarakat luas.

“Konten edukatif di media sosial dapat menjadi sarana untuk menunjukkan bahwa tari tradisional merupakan salah satu objek pemajuan kebudayaan yang membanggakan, baik bagi Kota Samarinda maupun daerah lainnya,” ucapnya.

Ibrohim menegaskan bahwa peran generasi muda tidak hanya sebatas mempromosikan, tetapi juga memahami makna dan sejarah di balik setiap tarian tradisional. Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar kecintaan terhadap budaya tumbuh secara alami.

“Kalau kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Karena itu generasi muda harus mengenal terlebih dahulu nilai, sejarah, dan filosofi yang ada dalam seni tari tradisional,” ucapnya.

Ia berharap pemahaman terhadap seni tari dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku yang turut menjaga dan memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Di akhir Ibrohim mengajak generasi muda untuk tetap mengikuti perkembangan zaman tanpa melupakan akar budaya yang dimiliki. “Jangan sampai jejak budaya hilang ditelan zaman. Jadilah generasi yang cerdas, yang mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus meneruskan warisan budaya kepada generasi berikutnya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....