Media Sosial Jadi Senjata Baru Promosi Tari Tradisional Samarinda
- 03 Jul 2026 13:14 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Perkembangan media sosial dinilai membuka peluang besar untuk memperkenalkan seni tari dan budaya daerah kepada masyarakat luas. Wakil 2 Duta Budaya Kota Samarinda, Muhammad Ibrohim, mengatakan platform digital kini menjadi sarana yang efektif dalam penyebaran informasi budaya.
Menurut Ibrohim, hampir seluruh generasi muda saat ini aktif menggunakan berbagai platform digital. “Di era sekarang rasanya hampir tidak ada anak muda yang tidak menggunakan media sosial seperti TikTok, Instagram, atau WhatsApp,” ujarnya dalam program siaran berjaringan pesona budaya borneo, di kutip Jumat 3 Juli 2026.
Melalui media sosial, informasi budaya dapat diakses dengan lebih mudah oleh masyarakat. “Masyarakat bisa mengetahui berbagai jenis tarian daerah dan informasi budaya hanya melalui gawai mereka,” katanya.
Ia mencontohkan tari Jepen yang memiliki beragam jenis dan karakteristik. “Melalui media sosial, masyarakat bisa mengetahui bahwa tari Jepen memiliki berbagai variasi yang mungkin belum banyak dikenal,” ujarnya.
Meski demikian, Ibrohim menilai tantangan terbesar saat ini bukan lagi soal penyebaran informasi. “Tantangannya adalah bagaimana membuat generasi muda tertarik untuk menonton dan mempelajari konten budaya yang kita bagikan,” katanya.
Menurutnya, generasi muda cenderung memilih konten yang menarik secara visual dan mudah dipahami. “Anak-anak Gen Z biasanya melihat tampilan terlebih dahulu, sehingga konten budaya harus dikemas secara kreatif dan tidak monoton,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong para pegiat budaya untuk beradaptasi dengan pola konsumsi informasi generasi muda. “Konten budaya harus singkat, padat, jelas, dan sesuai dengan karakter audiens saat ini,” ucapnya.
Ibrohim menilai media sosial dapat menjadi alat pelestarian budaya yang sangat efektif jika dimanfaatkan secara optimal. “Budaya bisa menjangkau lebih banyak orang ketika dikemas dengan pendekatan yang kreatif dan inovatif,” katanya.
Ia berharap semakin banyak generasi muda yang menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi budaya daerah. “Teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya, bukan justru membuat kita melupakannya,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....