Kebudayaan Samarinda Didorong Jadi Identitas Kota dan Penggerak Ekonomi Kreatif
- 05 Jun 2026 17:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus memperkuat berbagai program pelestarian budaya sebagai upaya menjadikan kebudayaan sebagai identitas kota. Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Samarinda, Barlin Hady Kesuma, mengatakan budaya memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.
Salah satu fokus yang saat ini dijalankan adalah pelestarian cagar budaya yang tersebar di Kota Samarinda. “Kami memiliki 17 cagar budaya yang menjadi bagian dari sejarah dan identitas Kota Samarinda yang harus terus dijaga,” ujar Barlin dalam Program Obrolan Budaya Pro 4, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.
Menurutnya, keberadaan cagar budaya tidak hanya perlu dilestarikan tetapi juga dikenalkan kepada masyarakat luas. “Kami ingin generasi muda mengenal sejarah kotanya sehingga tumbuh rasa bangga dan memiliki terhadap warisan budaya daerah,” katanya.
Selain cagar budaya, Museum Kota Samarinda juga terus didorong menjadi ruang pembelajaran sejarah bagi masyarakat. “Museum bukan hanya tempat menyimpan artefak, tetapi juga sarana edukasi untuk memahami perjalanan Kota Samarinda,” ucap Barlin.
Pemerintah Kota Samarinda juga rutin menggelar berbagai kegiatan budaya sebagai ruang ekspresi masyarakat. “Samarinda Culture Festival dan Festival Ragam Seni Budaya menjadi wadah bagi komunitas untuk menampilkan kekayaan budaya yang dimiliki,” ujarnya.
Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 140 lembaga adat, budaya, dan kesenian yang ada di Samarinda. “Festival menjadi sarana mempertemukan masyarakat dengan berbagai tradisi yang hidup di tengah keberagaman kota ini,” kata Barlin.
Menurut Barlin, festival budaya tidak hanya berfungsi sebagai ajang pelestarian tradisi tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. “Pelaku UMKM berbasis budaya dapat mempromosikan produk mereka sehingga budaya juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya.
Kolaborasi dengan berbagai komunitas budaya terus diperkuat untuk menjaga keberagaman yang ada di Samarinda. “Keterlibatan komunitas dari berbagai etnis menjadi kekuatan penting dalam menjaga kehidupan budaya yang harmonis,” ujarnya.
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Pameran Bilah Nusantara di Museum Kota Samarinda. “Kegiatan ini mendapat perhatian hingga tingkat nasional dan menunjukkan potensi besar kolaborasi budaya di daerah,” kata Barlin.
Ia juga mendorong lahirnya duta budaya dari kalangan generasi muda untuk memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas. “Anak muda harus menjadi garda terdepan dalam mencintai dan mempromosikan budaya yang mereka miliki,” ujarnya.
Barlin menekankan pentingnya menempatkan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan daerah. “Kebudayaan harus ditempatkan di jantung pembangunan karena pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia yang mencintai budayanya,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....