Ciptakan Peluang Investasi Melalui Pengembangan Edamame

  • 23 Mei 2024 11:04 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Edamame, atau kedelai sayur, merupakan salah satu komoditas pertanian yang semakin populer di berbagai belahan dunia. Dianggap sebagai sumber protein nabati yang sehat dan kaya nutrisi, edamame memiliki permintaan yang terus meningkat baik di pasar domestik maupun internasional. Budidaya edamame menawarkan peluang investasi yang menjanjikan, mengingat tren konsumsi makanan sehat yang terus berkembang.

Menurut peneliti dari BSIP Kalimantan Timur, Asep Febriandi dan Setyawan, melalui Dialog diacara Mozaik Indonesia RRI Samarinda, Rabu (22/5/2024), Edamame potensial untuk dikembangkan karena memiliki produktivitas yang tinggi, umur panen relative lebih pendek, ukuran polong yang besar dan rasanya lebih manis. Selain itu, peluang ekspor edamame khususnya ke negara Jepang masih terbuka, dengan persentase 80% dan sisanya adalah Singapura, Malaysia, USA, Kanada, dan Belanda.

Dalam pemaparannya, Asep Febriandi menjelaskan bahwa Edamame merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Edamem menjadi komoditas pangan bergizi tinggi dan sumber protein nabati yang rendah kolestrol. Selain dipasarkan dalam bentuk produk segar (cemilan segar) edamame juga dapat diolah menjadi minuman segar dalam kemasan (jus), atau sup.

Peluang Pasar

Kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat semakin meningkat, sehingga permintaan akan edamame sebagai sumber protein nabati terus naik. Pasar utama untuk edamame meliputi negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Cina, dan Korea, serta pasar yang berkembang di Amerika Utara dan Eropa.

Indonesia yang memiliki iklim tropis menurut Asep, cocok untuk budidaya edamame sepanjang tahun, memberikan keunggulan dalam hal pasokan dibandingkan negara-negara beriklim dingin. Dengan kualitas produk yang baik, edamame Indonesia memiliki potensi besar untuk diekspor.

Edamame segar dan beku memiliki harga yang relatif tinggi di pasar internasional. Kondisi ini menciptakan peluang margin keuntungan yang signifikan bagi petani dan investor yang terlibat dalam budidaya dan distribusi edamame.

Keunggulan Budidaya Edamame

Sementara itu, Setyawan juga mengungkapkan bahwa Edamame memiliki siklus tanam yang relatif singkat, yaitu sekitar 45 hari dari penanaman hingga panen. Ini memungkinkan beberapa kali panen dalam setahun, sehingga meningkatkan produktivitas dan keuntungan.

Selain itu, dibandingkan dengan tanaman kedelai biasa, edamame lebih tahan terhadap beberapa jenis hama dan penyakit, mengurangi biaya dan risiko yang terkait dengan penggunaan pestisida dan fungisida. Edamame juga membutuhkan air yang relatif sedikit dibandingkan dengan beberapa tanaman pangan lainnya, menjadikannya pilihan yang baik untuk budidaya di daerah dengan ketersediaan air yang terbatas.

Lebuh lanjut, Asep Febriandi dan Setyawan mengatakan, untuk syarat tumbuh Edamame dalam budidaya berada pada ketinggian minimal 200 m -500 m, suhu berkisar 26-30 C, dengan penyinaran matahari penuh, menghendaki tanah yang subur gembur dan kaya bahan organic, dengan pengairan yang baik dan kemasasaman tanah yang nertal (5,8-7,0).

Di sesi akhir Asep Febriandi menjelaskan, Investasi dalam budidaya edamame menawarkan peluang yang menjanjikan dengan permintaan pasar yang kuat dan potensi keuntungan yang tinggi. Dengan siklus tanam yang singkat, ketahanan terhadap hama, dan efisiensi penggunaan air, edamame adalah pilihan yang cerdas bagi investor dan petani yang ingin memaksimalkan hasil pertanian mereka. Meskipun ada tantangan, dengan pengetahuan yang tepat dan infrastruktur yang memadai, budidaya edamame dapat menjadi investasi yang menguntungkan dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....