Kemarau Melanda dalam Sehari 5 Kebakaran Terjadi di Balikpapan Ada 3 Karhutla
- 07 Okt 2026 05:12 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan — Musim kemarau yang melanda wilayah Balikpapan kian meningkatkan risiko bencana kebakaran. Dalam waktu satu hari saja, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) harus berjibaku memadamkan lima insiden kebakaran sekaligus, yang terdiri dari tiga kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dua kebakaran pemukiman.
Peristiwa kebakaran lahan menyebar di sejumlah titik, mulai dari kawasan Tritis, Batakan, hingga Jalan Syarifuddin Yoes (depan Global Sport).
"Hari ini kita ada lima kejadian kebakaran: dua kebakaran pemukiman, tiga kebakaran hutan dan lahan. Yang pertama tadi di Tritis sekitar jam 12-an, lalu lanjut daerah Batakan, dan terakhir di Jalan Syarifuddin Yoes," ujar Kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) BPBD/Pemadam Kebakaran Wilayah Balikpapan Selatan,Sunarman kepada RRI usai pendinginan di salah satu lokasi kebakaran pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Total lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lebih dari 4 hektar. Kebakaran terluas berada di Batakan seluas 2–3 hektar, disusul kawasan Tritis sekitar 1 hektar, dan area Syarifuddin Yoes sekitar seperempat hektar.
Menurut Sunarman, kemunculan api sebagian besar dipicu oleh kelalaian manusia serta adanya sisa batu bara yang mudah terbakar saat cuaca panas terik.
"Yang memicu kalau di Tritis tadi informasinya banyak tumpukan sampah, biasanya ada yang iseng. Kalau di Syarifuddin Yoes memang ada batu bara, itu sebenarnya sudah terbakar dari minggu kemarin dan ada susulan lagi sehingga merembet ke tempat lain," ucap Kepala UPTD BPBD/Pemadam Kebakaran Wilayah Balikpapan Selatan.
Petugas juga mencatat peningkatan tajam kejadian kebakaran sepanjang kemarau sejak Juli hingga September, dengan angka kejadian rutin menembus lebih dari 20 kali per bulan di tiap wilayah. Kawasan Balikpapan Timur bahkan mencatatkan rekor tertinggi hingga 42 insiden karhutla pada September lalu.
Mengingat tingginya ancaman tersebut, Damkar meminta masyarakat untuk berhenti melakukan aktivitas berisiko di ruang terbuka:
• Hentikan pembakaran sampah: "Harapan kita jangan bakar sampah di sembarang tempat, apalagi lalu ditinggal pergi."
• Waspadai puntung rokok: "Kalau berkendara, apalagi di daerah dekat TPA Manggar, jangan buang puntung rokok sembarangan karena musim kemarau."
"Pada prinsipnya waspadalah kita semua. Tidak hanya kebakaran hutan, pemukiman pun sama besarnya potensinya," ucap Sunarman menutup perbincangan dengan RRI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....