Korban Jatuh dari Apartemen di Balikpapan, ternyata Seorang Guru

  • 06 Okt 2026 16:37 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan – Warga Apartemen Borneo Bay, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan Kota mendadak geger pada Selasa pagi, 6 Oktober 2026. Seorang perempuan berinisial SR (33) ditemukan meninggal dunia di area sekitar gedung setelah terdengar suara benturan keras sekitar pukul 05.30 WITA.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa korban merupakan warga Balikpapan Utara yang sehari-hari berprofesi sebagai seorang guru.

Kronologi Penemuan Korban

Peristiwa nahas ini pertama kali diketahui oleh petugas keamanan apartemen. Saat memeriksa sumber suara benturan, petugas menemukan korban sudah dalam kondisi tergeletak tidak bernyawa. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polresta Balikpapan melalui Hotline 110.

Mendapat laporan, personel Pamapta bersama unit piket fungsi dan tim Inafis Satreskrim Polresta Balikpapan segera bergerak ke lokasi guna mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan olah data.

Polisi Selidiki Rekaman CCTV

Kasi Humas Polresta Balikpapan, Ipda Sangidun, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas insiden ini. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti, termasuk menyisir rekaman kamera pengawas (CCTV).

"Kami memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui secara utuh kejadian tersebut," ujar Ipda Sangidun pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Berdasarkan penyelidikan awal, SR diduga kuat jatuh dari salah satu bagian apartemen. Kendati demikian, polisi masih mendalami titik pasti jatuhnya korban serta motif dan latar belakang penyebab kematiannya.

Imbauan untuk Warganet

Jenazah korban kini telah dievakuasi ke RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum.

Ipda Sangidun juga mengimbau kepada masyarakat luas serta warganet untuk bijak dalam bermedia sosial. Pihak kepolisian meminta publik tidak menyebarluaskan dokumentasi visual, baik foto maupun video korban, demi menghormati keluarga yang sedang berduka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....