Libur Sekolah Pendapatan Pengemudi Ojek Online di Balikpapan Anjlok 50 Persen

  • 08 Jul 2026 20:56 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan – Masa libur sekolah yang dinantikan oleh para siswa ternyata membawa dampak ganda bagi kesejahteraan para pengemudi ojek daring (ojol) di Kota Balikpapan. Hilangnya rutinitas antar jemput pelajar memicu fluktuasi pendapatan yang sangat signifikan bagi para pekerja sektor informal ini.

Penurunan aktivitas harian pelajar berdampak langsung pada merosotnya kuantitas orderan. Muhammad Shamsi Arifin, salah satu pengemudi ojol di Balikpapan, mengakui adanya hantaman keras terhadap penghasilannya selama musim libur.

"Sangat berdampak, biasanya saat pagi hari pesanan sangat ramai, kini menjadi sangat lama menunggu. Penghasilan kami berkurang hampir 50 persen karena mayoritas penumpang pagi hari adalah anak-anak sekolah," ujar Shamsi kepada RRI di temui pada Rabu, 8 Juli 2026 sedang menunggu orderan penumpang.

Menurutnya, saat ini tumpuan orderan hanya mengandalkan para pekerja kantoran yang jumlahnya tidak seberapa. Perubahan pola aktivitas masyarakat ini membuat banyak pengemudi terpaksa gigit jari. Ironisnya, di tengah penurunan pendapatan, kewajiban harian seperti biaya sewa kendaraan, cicilan, dan kebutuhan pangan keluarga tetap harus terpenuhi. Untuk menyiasati kondisi ini, para pengemudi terpaksa memperpanjang durasi kerja (on-beat) hingga larut malam.

Keluhan senada disampaikan oleh Hadi, pengemudi ojol lainnya. Ia mengeluhkan minimnya pendapatan di tengah tingginya biaya hidup dan tuntutan operasional kendaraan.

"Saat anak sekolah libur, pesanan langsung berkurang. Apalagi dengan kondisi sekarang, pemenuhan kebutuhan sehari-hari makin berat," kata Hadi.

Situasi pelik ini kembali menyoroti urgensi jaring pengaman sosial bagi pekerja sektor informal. Tanpa adanya tunjangan atau kepastian pendapatan tetap, para pengemudi ojol sangat rentan terperosok ke dalam jurang kemiskinan saat terjadi transisi musim seperti sekarang.

Menyikapi fenomena tahunan ini, pemerintah melalui kementerian terkait serta pemerintah daerah didesak untuk merumuskan skema bantuan khusus atau subsidi operasional bagi pengemudi ojol selama musim libur panjang.

Dialog terbuka antara perusahaan aplikator, perwakilan pengemudi, dan pembuat kebijakan harus segera direalisasikan demi menemukan solusi jangka panjang yang berkeadilan.

Masyarakat berharap kesejahteraan setiap elemen pekerja dapat merata dan mendapat perhatian nyata dari negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....