Ilmu dan Istikamah Jadi Jalan Kemuliaan
- 06 Okt 2026 07:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Surabaya – Derajat tinggi di sisi Allah SWT tidak ditentukan oleh zaman maupun keturunan, tetapi oleh kesungguhan seorang hamba dalam beribadah, menuntut ilmu, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Hal tersebut disampaikan dalam kajian yang membahas perjalanan para wali Allah, termasuk Al Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi.
Dikutip dari kanal YouTube Al Wafa Tarim, Selasa 6 Oktober 2026, Al Habib Ali bin Abdullah Al Haddad menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk mencapai kedudukan mulia di sisi Allah SWT. Namun, jalan menuju maqam yang tinggi tidak dapat ditempuh secara instan. Semuanya harus diawali dengan ilmu yang benar dan proses pembelajaran yang sungguh-sungguh.
Al Habib Ali bin Abdullah mengutip perkataan Imam Junaid Al-Baghdadi yang menegaskan bahwa jalan Ahlussunnah wal Jamaah dan kaum sufi adalah mengikuti Al-Qur'an dan sunah. Oleh karena itu, ilmu menjadi salah satu pijakan utama bagi seseorang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ilmu tersebut juga harus disertai rasa takut kepada Allah, diamalkan, dan dijalankan dengan penuh keikhlasan.
Menurutnya, ilmu yang tidak dibarengi dengan amal dan ketakwaan hanya akan menjadi pengetahuan lahiriah. Karena itu, umat Islam dianjurkan menuntut ilmu kepada guru yang tidak hanya mengajarkan ilmu syariat, tetapi juga membina akhlak dan membimbing jiwa agar semakin dekat kepada Allah SWT.
“Dalam berdakwah, Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad memberikan tiga pokok nasihat yang perlu disampaikan kepada masyarakat. Pertama, mengingatkan tentang perintah-perintah Allah. Kedua, mengingatkan tentang larangan-larangan Allah, termasuk bahaya riba dan berbagai kemaksiatan. Ketiga, mengajak manusia mensyukuri nikmat Allah yang diberikan dari ujung kepala hingga ujung kaki,” ujar Al Habib Ali bin Abdullah.
Menurutnya, dakwah seharusnya lebih menekankan ajakan untuk menjalankan syariat daripada membicarakan karamah para wali. Meski Ahlussunnah wal Jamaah meyakini adanya karamah, pembahasan tersebut bukan menjadi fokus utama dalam menyampaikan dakwah kepada masyarakat.
Al Habib Ali bin Abdullah juga menegaskan bahwa karamah tertinggi bagi seorang hamba adalah istikamah. Orang yang terus menjaga ibadah dan ketaatan kepada Allah akan memperoleh kemuliaan serta pertolongan-Nya. Hal tersebut sejalan dengan ajaran Al-Qur'an mengenai orang-orang yang beriman dan beristikamah dalam menjalankan ketakwaan.
Selain itu, para ulama diingatkan agar tidak menyembunyikan ilmu yang dimiliki. Menyampaikan ilmu kepada masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab para pewaris Nabi Muhammad SAW. Dakwah hendaknya dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar hingga masyarakat luas dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip syariat.
Kajian tersebut juga menyoroti pentingnya memperkuat majelis ilmu di tengah masyarakat. Menurut penceramah, berbagai persoalan yang terjadi di tengah umat dapat dipengaruhi oleh minimnya pengetahuan agama dan jauhnya manusia dari ilmu. Karena itu, penyebaran ilmu dan pendidikan keagamaan dinilai penting untuk memperkuat keimanan serta memperbaiki kehidupan umat.
Di akhir kajian, para penuntut ilmu diingatkan agar mengambil ilmu dengan adab yang benar dan menyampaikannya dengan cara yang baik. Ilmu merupakan amanah yang harus diamalkan dan disampaikan dengan penuh tanggung jawab karena kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....