Asap Karhutla Mulai Tercium Orangutan Disiapkan Peralatan Darurat
- 03 Okt 2026 19:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Asap kebakaran hutan dan lahan mulai terasa di sekitar pusat rehabilitasi orangutan di Kalimantan Timur. Kondisi tersebut membuat pengelola meningkatkan kesiapsiagaan, terutama untuk mengantisipasi gangguan kesehatan satwa akibat paparan asap.
CEO Borneo Orangutan Survival Foundation Jamartin Sihite menyebutkan bau asap terkadang cukup kuat pada pagi hari. Kondisi itu menjadi perhatian karena kualitas udara dapat memengaruhi kesehatan orangutan yang sedang menjalani proses rehabilitasi.
Berbagai peralatan pendukung kesehatan telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Salah satunya nebulizer yang dapat digunakan apabila orangutan mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
“Kadang-kadang kita melihat pagi bau asapnya cukup tinggi dan itu membuat kita harus siap-siap. Peralatan nebulizer dan lain-lainnya kami sudah siapkan,” ujarnya, Sabtu 3 Oktober 2026.
Selain menyiapkan peralatan medis, pengelola juga terus memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan di sekitar wilayah rehabilitasi. Hingga kini, konflik langsung akibat karhutla belum terjadi di lokasi pusat rehabilitasi.
Namun, kondisi berbeda terjadi di wilayah utara Kalimantan Timur, khususnya sekitar Berau bagian utara dan Muara Wahau. Pusat rehabilitasi turut membantu Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA menangani orangutan yang terdampak karhutla.
Orangutan yang terdampak kemudian dipindahkan atau ditranslokasikan ke kawasan restorasi habitat orangutan di Muara Wahau. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan satwa memperoleh lokasi yang lebih aman dan mendukung proses pemulihan.
“Sampai saat ini baru itu yang kita lakukan. Tetapi kita siap dengan semua tim kita untuk mengantisipasi kejadian terburuk,” katanya.
Pengelola berharap kondisi karhutla tidak semakin meluas hingga mendekati pusat rehabilitasi. Persiapan yang dilakukan saat ini merupakan langkah antisipasi apabila hujan belum turun atau api bergerak menuju kawasan rehabilitasi.
Meski demikian, kesiapan tersebut diharapkan tidak sampai digunakan. Pengelola berharap hujan segera turun sehingga ancaman karhutla dan asap terhadap orangutan dapat berkurang.
“Harapan yang paling tinggi dari kami adalah jangan sampai kami menggunakan persiapan kami itu,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....