Menjaga Alam Sebagai Amanah Khalifah dan Nilai Ibadah Berkelanjutan

  • 24 Sep 2026 21:46 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pandangan Islam menegaskan bahwa lingkungan hidup bukan sekadar objek eksplorasi manusia, melainkan amanah besar yang harus dirawat dalam tatanan kehidupan berbangsa dan beragama. Menjaga kelestarian bumi berkedudukan sebagai bagian dari ekspresi keimanan dan bentuk ibadah.

Dalam ajaran Islam, manusia ditetapkan sebagai khalifah di muka bumi yang mengemban tugas memakmurkan dan merawat alam. Pemahaman ini mengharuskan setiap individu menempatkan bumi sebagai titipan yang harus diwariskan dalam kondisi baik kepada generasi mendatang.

Ustaz Muhammad Khozin mengingatkan kembali filosofi penting mengenai kedudukan manusia terhadap alam sekitar yang merujuk pada prinsip-prinsip ekologi dalam Al-Qur'an.

"Perlu kita semuanya introspeksi, mawas diri. Kita ini bukan pewaris bumi dari leluhur, tetapi meminjam dari generasi mendatang," ujarnya dalam program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda, dikutip Kamis, 24 September 2026.

Prinsip tersebut diperkuat dengan ancaman dalam Surat Ar-Rum ayat 41 bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi akibat ulah tangan manusia itu sendiri. Selain itu, Surat Al-Baqarah ayat 205 melarang keras perbuatan merusak tanaman dan membinasakan hewan ternak.

Sebagai solusi positif, Islam memberikan motivasi berupa pahala sedekah bagi siapa saja yang menanam pohon dan merawat lingkungan, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Nabi Muhammad saw.

"Tidaklah seseorang muslim menanam pohon atau tanaman lalu dimakan oleh burung-burung, manusia, atau binatang, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya," ujarnya saat mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

Bahkan, anjuran menanam pohon tetap ditekankan. Hal ini menunjukkan betapa tingginya penghargaan Islam terhadap aksi pelestarian alam sebagai investasi kebaikan yang bernilai ibadah hingga akhir zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....