Puncak Kemarau, BMKG Ingatkan Warga Waspada Kebakaran
- 10 Sep 2026 21:20 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Masyarakat Kota Samarinda diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran seiring masih berlangsungnya puncak musim kemarau. Kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering membuat vegetasi lebih mudah terbakar, terutama jika terdapat aktivitas pembakaran yang tidak diawasi.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II APT Pranoto BMKG Samarinda, Riza Arian Noor, mengatakan wilayah Samarinda saat ini masih berada dalam periode musim kemarau. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober dan berpotensi berlanjut memasuki awal November.
“Kalau secara musim, Samarinda masih berada di periode musim kemarau. Periode musim kemarau ini diprediksi paling cepat berakhir pada akhir Oktober hingga awal November,” ujar Riza saat dikonfirmasi RRI. Kamis, 10 September 2026.
Menurutnya, selama periode tersebut kondisi cuaca di Samarinda masih akan didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan. Kondisi ini menyebabkan udara relatif panas dan kering sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Saat ini kita berada di puncak-puncak musim kemarau. Potensi kebakaran juga harus diwaspadai masyarakat karena kondisi cuacanya memang cukup kering dan panas,” katanya.
Riza mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, termasuk ketika membersihkan lahan maupun sampah. Api yang ditinggalkan tanpa pengawasan berpotensi merambat dengan cepat dalam kondisi lingkungan yang kering.
“Jangan melakukan pembakaran, apalagi sampai ditinggal. Karena kondisi yang kering dan panas seperti sekarang ini bisa meningkatkan risiko terjadinya kebakaran,” ucapnya.
Ia menambahkan, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah terjadinya kebakaran selama puncak musim kemarau. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....